Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Kembali Amankan Miras di Jalur Tikus

Selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan kepada Pihak Bea Cukai P2 Entikong untuk di data sesuai prosedur untuk penanganan lebih lanjut

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Satgas Pamtas
Tim patroli keamanan pos komando taktis (Kotis) Gabma Entikong, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty saat mengamankan minuman keras (Miras) diduga ilegal di jalur tikus atau jalur tidak resmi (JTR) Sektor Kanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Tim patroli keamanan pos komando taktis (Kotis) Gabma Entikong, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty kembali mengamankan minuman keras (Miras) diduga ilegal di jalur tikus atau jalur tidak resmi (JTR) Sektor Kanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, kemarin.

Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty Letnan Kolonel Inf Hudallah menjelaskan kronologis penemuan satu dus yang mencurigakan di jalur tikus perbatasan RI-Malaysia yang berisi minuman keras (miras) ilegal sebanyak 12 botol jenis Likeur Vodka, 2 Botol Likeur Wu Chia Pi, dan 2 Botol Likeur.

"Ditemukannya miras ilegal tersebut di semak-semak tertutupi daun-daun saat tim patroli keamanan dipimpin Serda Simamora beserta empat orang personil yang melaksanakan patroli keamanan (Patkam) di wilayah perbatasan jalur tikus atau jalu tidak resmi (JTR) Sektor Kanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong,"katanya melalui rilisnya, Minggu 22 Januari 2023.

Miras tersebut lanjutnya, diduga akan diselundupkan ke Indonesia dan sengaja ditinggalkan pemiliknya, karena saking ketatnya penjagaan petugas di perbatasan kedua negara.

Dansatgas menjelaskan, patroli keamanan yang dilakukan personel Satgas Pamtas Yonif 645/GTY tersebut, selain untuk menjamin semua WNI yang pulang dari Malaysia harus melalui jalur resmi dan melewati rangkaian pemeriksaan, juga untuk mencegah terjadinya kegiatan ilegal, seperti mencegah penyelundupan narkotika dan masuknya barang-barang ilegal lainnya.

H Nasri Terpilih Sebagai Ketua MUI Kabupaten Sanggau Periode 2023-2028

"Selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan kepada Pihak Bea Cukai P2 Entikong untuk di data sesuai prosedur untuk penanganan lebih lanjut," tegasnya.

Dansatgas menegaskan bahwa pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia akan terus diperketat oleh Satgas Pamtas Yonif 645/Gty untuk mencegah adanya kegiatan ilegal atau penyelundupan barang-barang ilegal.

"Utamanya narkotika dan lalu lintas barang maupun orang secara illegal," tegasnya. (*)

Heboh Warga Sanggau Temukan Bayi Perempuan di Depan Rumahnya, Begini Kronologinya

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved