BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrim Landa Kalbar, Banjir Kendawangan dan Pontianak

"Pasang air laut maksimum di sekitar Kota Pontianak diprakirakan setinggi 1.8 meter tanggal 23 Januari 2023 pukul 09.00 WIB." katanya

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Rilis resmi BMKG Kalbar melalui Stasiun Meteorologi Supadio pada Rabu 18 Januari 2023 juga diprakirakan hujan lebat secara merata di Kalbar akan terjadi sekitar tanggal 23 – 27 januari 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi klimatologi Geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat berpotensi terjadi tanggal 18 – 27 Januari 2023 di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Dan juga dalam rilis resmi BMKG Kalbar melalui Stasiun Meteorologi Supadio pada Rabu 18 Januari 2023 juga diprakirakan hujan lebat secara merata di Kalbar akan terjadi sekitar tanggal 23 – 27 januari 2023.

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio, Nanang Buchori menuturkan pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang terjadi seperti adanya pohon tumbang, kerusakan atap rumah akibat angin kencang, jalan menjadi lebih licin, munculnya genangan/banjir, tanah longsor, dan dampak bencana hidrometeorologi lainnya yang dapat menghambat aktivitas.

Dan juga Nanang mengatakan untuk masyarakat di wilayah Pesisir Barat Kalbar perlu mewaspadai potensi terjadinya banjir / genangan yang dipicu oleh kombinasi hujan lebat dan pasang air laut yang diprakirakan terjadi tanggal 22 – 24 Januari 2023. Pasang air laut maksimum di sekitar wilayah Kendawangan Ketapang diprakirakan setinggi 1.9 meter pada tanggal 21 – 23 januari 2023 Pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Baca juga: Kalbar Jadi 10 Daerah Gelar Luring Pra Kerja, Ketua KSBSI : Utamakan Praktek Tidak Sekedar Teori

"Pasang air laut maksimum di sekitar Kota Pontianak diprakirakan setinggi 1.8 meter tanggal 23 Januari 2023 pukul 09.00 WIB." katanya

Lanjutnya, untuk Dampak pasang air laut maksimum periode ini agar diwaspadai terutama wilayah Pesisir Barat Kalbar yang sering terdampak.

Diprakirakan wilayah yang saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan akan segera berada dalam kategori aman. Potensi aman terhadap karhutla ini diprakirakan berlangsung setidaknya hingga akhir bulan Januari 2023.

Gelombang kategori Tinggi (2.5 – 4.0 meter) hingga Sangat Tinggi (4.0 – 6.0 meter) pada tanggal 19 – 20 januari 2023 berpotensi terjadi di Perairan Kep. Anambas, Perairan barat Kep. Natuna dan Perairan Kep. Subi - Serasan, Laut Natuna Utara dan Perairan utara Kep. Natuna.

Pada tanggal 20 – 24 Januari 2023 berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan utara Kep. Anambas, Perairan barat Kep. Natuna, Perairan utara Kep. Natuna dan Perairan Kep. Subi – Serasan. Diimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area sekitar pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Ia pun menyampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio membuka layanan informasi cuaca 24 jam, dapat menghubungi melalui call center 0561 - 721142, https://kalbar.bmkg.go.id, Sosial media yang telah terverifikasi : fanpage facebook, instagram, dan youtube BMKG Kalbar. (*)

Arahan Jokowi Soal Inflasi, Wali Kota Pontianak Sebut TPID Rutin Monitoring Harga Bahan Pokok

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved