MotoGP

Stefan Bradl Kritik Honda Tak Berani Bereksperimen, Paksa Marc Marquez Ambil Banyak Risiko di MotoGP

Pebalap penguji Repsol Honda Stefan Bradl mengkritik Honda yang tak berani bereksperimen dengan motornya.

motogp.com
Pebalap MotoGP Marc Marquez. Pebalap penguji Repsol Honda Stefan Bradl mengkritik Honda yang tak berani bereksperimen dengan motornya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pebalap penguji Repsol Honda Stefan Bradl mengkritik Honda yang tak berani bereksperimen dengan motornya.

Hal ini menyebabkan Marc Marquez harus mengambil banyak risiko di lintasan.

Kecelakaan selalu menjadi bagian dari pendekatan Marc Marquez.

Dia sering mengatakan bahwa dia harus merasakan batasnya dan mengetahui kapan motornya tergelincir.

Selama tidak terjadi apa-apa, kecelakaan itu tidak terlalu mengganggunya.

Bintang MotoGP Bicara Belokan Tikungan Favorit di Lintasan Sirkuit, Quartararo Punya Pilihan Berbeda

Namun selama hasil pada hari Minggu benar bahwa motornya lambat, Marc Marquez banyak menekan.

Menjadi selalu menarik untuk mengamati bagaimana dia bisa mengatasi kecelakaan sepanjang waktu.

Sejumlah poin telah terkumpul. Oleh karena itu, Marc Marquez harus mengambil risiko yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Itu dilakukan untuk mengejar alat bantu aerodinamis.

Apalagi Ducati menunjukkan keberanian karena terus menerus membawa perubahan pada perangkat dan aerodinamika.

Akibatnya, Yamaha juga sedikit tertinggal.

Honda tidak pernah menjadi yang terdepan dalam eksperimen seperti yang telah dilakukan Ducati dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini sekarang jatuh di kaki pabrikan Jepang. Saya memperhatikan bahwa Honda kurang berani bereksperimen,” katanya disadur dari crash.net, Kamis 5 Januari 2023.

Pendekatan Honda juga telah dirasakan oleh Alex Marquez, yang pindah ke Gresini Ducati.

Kepindahan ini bisa menciptakan efek domino karena apa yang dicapai oleh Alex Marquez dapat mempengaruhi sang kakak, Marc Marquez, yang sudah mulai menunjukkan rasa frustrasinya.

Pada musim 2023, Marc Marquez tidak hanya melawan kondisi fisiknya sendiri, tetapi juga harus bergulat dengan motor Honda yang tertinggal dari Ducati.

Ducati sangat mendominasi motor di grid dengan delapan Desmosedici.

Marc Marquez tahu masih memiliki dua atau tiga tahun yang baik di depannya.

“Dia menginginkan motor pemenang, seperti yang telah dia tekankan beberapa kali, bahkan sebelum istirahat dari balapan di GP Mugello,” sebut Stefan Bradl.

Kalender 2023 MotoGP! Aprilia Terapkan Standar Tinggi untuk Pebalap MotoGP

(*)

[Cek berita dan artikel MotoGP klik di sini]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved