Jelang Imlek 2023, Produksi Dupa di Kalbar Meningkat

Menjelang hari Raya Imlek pada 22 Januari 2022, permintaan dupa di Kalimantan Barat meningkat.

Penulis: Ferryanto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Ferryanto
Produksi Dupa di rumah produksi Dupa Pulau Borneo yang berada di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu 4 Januari 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.PONTIANAK - Dupa merupakan sebuah bahan mengeluarkan bau wangi aroma terapi ketika dibakar

Di Indonesia, Dupa biasanya digunakan untuk upacara keagamaan, aromaterapi, atau meditasi.

Menjelang hari Raya Imlek pada 22 Januari 2022, permintaan dupa di Kalimantan Barat meningkat.

Hal tersebut disampaikan Hajono, pembuat Dupa di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dikatakannya, produksi Dupa menjelang Imlek saat ini telah meningkat hingga 40 persen.

PPKM Resmi Dicabut Bikin Panitia Tambah Percaya Diri Gelar Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang

Hajono, pemilik rumah produksi Dupa Pulau Borneo yang telah memproduksi Dupa sejak tahun 2018, mengatakan bila normal dirinya biasa memproduksi antara 1 hingga 1,5 Ton dalam satu bulan, dan untuk persiapan Imlek di tahun ini, produksinya telah meningkat hingga 40 persen, Rabu 5 Januari 2023.

Di Kalbar ia mengatakan pangsa pasar terbesar untuk Dupa yang ia produksi yakni Kota Singkawang

Di Kota Singkawang ia fokus mengirimkan dupa ke berbagai tempat ibadah Klenteng, Vihara, serta sejumlah agen besar.

Saat ini, Dalam produksi Dupa ia mengatakan tidak terdapat kendala apapun,  bahan baku utama yang digunakan untuk pembuatan Dupa yakni tepung kayu jati, Tepung Angin, Kalsium, Lem Import, Sengon, dan bahan lainnya telah banyak tersedia di Kalbar dan Indonesia, namun khusus untuk lem dirinya mendatangkan dari Vietnam.

Proses pembuatan Dupa sendiri diawali dari mencampur seluruh bahan menjadi adonan.

680 Tatung Siap Meriahkan Hari Raya Imlek dan Festival Cap Go Meh di Singkawang

Kemudian setelah adonan jadi, barulah dimulai proses produksi menggunakan mesin.

Karyawan yang bertugas membuat dupa memasukkan Lilin bambu ke dalam bagian mesin yang menyerupai tabung kecil, lalu adonan tercetak secara otomatis ke lidi tersebut. 

Untuk membuat satu dupa, hanya dibutuhkan waktu hanya beberapa detik saja, dalam satu hari, rumah produksinya mampu membuat hingga 2 ribu batang dupa.

Setelah dicetak, kemudian proses selanjutnya yakni menjemur Dupa di terik matahari selama seherian bila cuaca cerah.

Kemudian,  barulah dilakukan proses pewarnaan, setelah itu dilanjutkan penjemuran kembali.

Setelah kering kemudian dilakukan proses pengemasan untuk di antarkan ke klenteng-klenteng dan agen.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved