Indeks Kerawanan Pemilu 2024 Kalbar Rawan Rendah, Sekadau dan Ketapang Rawan Tinggi

Diketahui, Bawaslu RI meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, di Jakarta pada Jumat 16 Desember kemarin.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Tri Pandito Wibowo
Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah saat menghadiri pertemuan dengan Komisi II DPR RI, Jumat 16 Desember 2022. Ia menjelaskan bahwa Indeks Kerawanan Pemilu 2024 di Kalbar mengalami penurunan/perbaikan dan masuk kategori rawan rendah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diluncurkan oleh Bawaslu RI, Provinsi Kalbar masuk dalam kategori rawan rendah.

Diketahui, Bawaslu RI meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, di Jakarta pada Jumat 16 Desember kemarin.

Saat dikonfirmasi Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah menjelaskan Indeks Kerawanan Pemilu di Kalbar terus mengalami penurunan/perbaikan dari tahun ke tahun.

Pada pemilu 2018, IPK Kalbar bahkan berada di posisi ke 3 nasional, atau yang paling rawan ke- 3 se-Indonesia.

"2018 kita terawan ke- 3. 2019 kita masuk sedang. Pemilihan 2020 di 5 Kabupaten/Kota, Kab Sekadau rawan pada dimensi kontestasi, dan Sambas rawan pada dimensi partisipasi," ucapnya. Sabtu, 17 Desember 2022.

KPU Kalbar Sebut Belum Ada Perubahan atau Penambahan Dapil dan Kursi DPRD Kalbar pada Pemilu 2024

Bawaslu Sanggau Lakukan Sosialisasi Pemilu Serentak 2024 Bersama Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak

Pada pemilu 2024 ini, Provinsi Kalbar berhasil menurunkan IKP masuk dalam kategori rawan rendah dengan skor 12.69.

Peringkat ini, mengkonfirmasi tingkat kerawanan pemilu di Kalbar menjadi yang terendah ke- 5 secara Nasional.

Namun demikian, untuk tingkat Kabupaten/Kota, 2 Kabupaten di Kalbar masih masuk kategori rawan tinggi, yakni Sekadau dan Ketapang.

"2024 ini Provinsi rawan rendah, namun Kabupaten Sekadau dan Ketapang masuk rawan tinggi, khusunya pada dimensi kontestasi," ujarnya.

Ruhermansyah pun menegaskan, ini menunjukkan upaya Bawaslu Kalbar dalam melakukan upaya pencegahan berjalan cukup efektif selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

"Ini mengkonfirmasi pencegahan kita dari kurun waktu 5 tahun cukup berjalan efektif."

"Menjalin berbagai kerjasama dengan stakeholder, lintas agama, lintas etnis, Membangun berbagai kegiatan literasi melalui sosialisasi pengawasan partisipatif cukup efektif meski tetap harus kita tingkatkan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved