Lokal Populer

10 Ribu Benih Kopi Diserahkan Yayasan Palung Kepada Enam LDPHD di Kayong Utara

terkait kopi Kayong, yang sudah sampai di Turki dan Spanyol. Kemungkinan, akan ada permintaan besar terhadap kopi.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Yayasan Palung (YP) bagikan biji kopi dan lainnya beberapa waktu lalu kepada 6 Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ribuan benih kopi disalurkan oleh Yayasan Palung (YP) kepada enam Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Penyerahan pertama benih kopi dilakukan pada kepada LDPHD Rantau Panjang dan penjalaan, dengan jumlah benih diberikan masing-masing 10 ribu benih dengan rincian 5 ribu benih kopi exelsa dan 5 ribu benih kopi liberika.

Lebih lanjut, YP melanjutkan perjalanan ke Desa Penjalaan untuk menyerahkan mulsa dan dolomit ke KUPS pertanian Desa Penjalaan.

Selanjutnya juga menyerahkan 10 ribu benih kopi, diantaranya 5 ribu bibit liberika dan 5 ribu bibit exelsa, 50 unit pot tray dan 10 ribu polybag. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Anwar selaku Ketua LDPHD Simpang Keramat.

Jelajahi Lumix FZ2500 Kamera Super Zoom Keluaran Panasonic

Mengenai hal tersebut, Robi Kasianus, selaku Asisten Field Officer Program Hutan Desa Yayasan Palung, menyampaikan bahwa Yayasan Palung menyalurkan beberapa benih kopi dan lainnya.

"YP tidak hanya menyerahkan benih kopi, tetapi juga menyerahkan pot tray dan juga polybag untuk membantu LDPHD menyemai kopi," terangnya. Selasa 13 Desember 2022.

Selanjutnya, Robi mengatakan juga kopi yang diserahkan ke LPHD juga dapat dibagikan ke masyarakat yang ingin menanam dan memelihara kopi tersebut.

Kemudian, penyerahan benih kopi ke Desa Nipah Kuning. Benih kopi tersebut diserahkan kepada 4 LDPHD yang terdiri dari LPHD Banjar Lestari, Hutan Bersama, Koembang Betedoeh, dan Alam hijau.

Bentuk dan jumlah barang yang diserahkan diantaranya, LDPDH Banjar Lestari sebanyak 1.600 benih kopi yang terbagi 1.000 Liberika dan 600 Exelsa, 10 unit pot tray, dan 8 Kg polybag.

Proses Transfer Gambar Berlanjut Tanpa Terpengaruh Dengan Nikon D5600

LDPDH Hutan Bersama sebanyak 1.000 benih kopi yang terbagi 300 Liberika dan 700 Exelsa, dan 10 unit pot tray, LDPDH Alam Hijau sebanyak 1.600 benih kopi terbagi sekitar 500 Liberika dan 600 Exelsa, 10 unit pot tray, dan 8 Kg polybag serta LDPDH Koembang Betedoeh sekitar 1.600 benih kopi terbagi menjadi 600 Liberika dan 1.000 Exelsa, dan 10 unit pot tray, serta 8 Kg polybag.

Alasan yang Melandasi

Direktur Lapangan Yayasan Palung, Edi Rahman, menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Bupati Kayong Utara.

Dimana satu hal yang disinggung adalah terkait kopi Kayong, yang sudah sampai di Turki dan Spanyol. Kemungkinan, akan ada permintaan besar terhadap kopi.

Edi Rahman menuturkan, bahwa mengapa YP menyerahkan benih kopi kepada 6 LDPHD diantaranya adalah ingin menerapkan kepada LDPHD, karena sebelumnya mereka sudah pernah mengikuti sekolah lapangan agroforestry kopi di Kayong Utara yang dilaksanakan oleh Balai PSKL Wilayah Kalimantan, pada bulan Juli yang lalu.

"Bantuan bibit kopi yang diberikan kepada LDPHD, juga terkait fakta integritas tentang pengembangan agroforestry kopi di Desa Penjalaan sebanyak 30 hektar," ujarnya. Selasa 13 Desember 2022.

Fakta integritas ini, dilakukan pada Juli 2022 dan ditandatangani oleh BPSKL Kalimantan, Yayasan Palung, KOJAL Indonesia, KPH, LDPHD Penjalaan dan Kades Penjalaan.

Untuk itu, Edi menambahkan pada bulan november tahun 2022 sudah dilakukan penandatangan MoU di Banjar Baru, Kalimantan Selatan tentang pengembangan agroforestry kopi di zona hutan Desa sebanyak 30 ha.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved