Lokal Populer

Dugaan Korupsi Pembangunan Ruko Rugikan Keuangan Negara Lebih Dari Rp 2,5 Milyar

Dari nilai kontrak 18 milyar, berdasarkan penghitungan BPKP, pada kontrak tersebut negara merugi hingga lebih dari 2,5 Milyar rupiah

Penulis: Ferryanto | Editor: Destriadi Yunas Jumasani
Tribunpontianak/Ferryanto
Sejumlah tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 29 rumah toko Kecamatan Sungai Ambawang oleh Perum Perumnas Cabang Pontianak pada tahun 2015-2018, Kamis 8 Desember 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat mengungkap kasus dugaan korupsi pembangunan rumah toko di Kecamatan Sungai Ambawang oleh Perum Perumnas Cabang Pontianak pada tahun 2015-2018.

Dari nilai kontrak 18 milyar, berdasarkan penghitungan BPKP, pada kontrak tersebut negara merugi hingga lebih dari 2,5 Milyar rupiah.

Dalam konferensi pers di Kejaksaan Tinggi Kalbar, Asisten Tindak Pidana Khusus Bambang Yunianto Eko Putro didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum Pantja Edi Setiawan menyampaikan bahwa dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka.

Tersangka pertama yakni WI yang merupakan manager Perum Perumnas Cabang Pontianak, lalu WR yang merupakan asisten manager seksi produksi dan pertanahan Perum Perumnas Cabang Pontianak.

Tegaskan Harga Bahan Pokok Stabil, Namun Harga Telur Naik di Mempawah

Lalu tersangka ketiga yakni MM yang merupakan Direktur PT. Dawuh Utama selaku pelaksana pekerjaan.

Kemudian, SH yang merupakan Direktur PT. Karya Mulya Perkasa yang juga selaku pelaksana pekerjaan.

Dari keempat tersangka yang sudah ditetapkan, Kejaksaan tinggi Kalbar langsung melakukan penahanan terhadap 3 orang yakni WI, WR dan MM, sementara SH belum dapat ditahan lantaran sakit.

Aspidsus Kejati Kalbar Bambang mengungkapkan bahwa dalam kasus ini, tersangka WI, WR serta pelaksanaan pekerjaan melakukan pekerjaan pembangunan 29 unit ruko di kawasan Sentraland, Kecamatan Sungai Ambawang pada tahun 2015 hingga 2018.

"Jadi pekerjaan tersebut tidak sesuai kontrak dan spesifikasi, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.536.714.397,06 (dua milyar lima ratus tiga puluh enam juta tujuh ratus empat belas ribu tiga ratus sembilan puluh tujuh juta rupiah dan enam sen," ungkapnya.

Atas perbuatannya, Bambang menegaskan bahwa para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat 1,2,3 undang undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang - Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Bela Klien

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menetapkan 4 orang sebagai tersangka atas dugaan korupsi pembangunan 29 rumah toko (ruko) Kecamatan Sungai Ambawang oleh Perum Perumnas Cabang Pontianak pada tahun 2015 - 2018 pada Kamis 8 Desember 2022.

Dari nilai kontrak Rp 18 milyar, berdasarkan penghitungan BPKP, pada kontrak tersebut negara merugi hingga lebih dari Rp 2,5 milyar.

Tersangka pertama yakni WI yang merupakan manager Perum Perumnas Cabang Pontianak, lalu WR yang merupakan asisten manager seksi produksi dan pertanahan Perum Perumnas Cabang Pontianak.

Warga Riau Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Sungai Desa Kuala Sambas

Lalu tersangka ketiga yakni MM yang merupakan Direktur PT. Dawuh Utama selaku pelaksana pekerjaan.

Kemudian, SH yang merupakan Direktur PT. Karya Mulya Perkasa yang juga selaku pelaksana pekerjaan.

Edward Daniel Tangkau, penasehat hukum dari tersangka MM menyampaikan pihaknya siap menjalankan proses hukum yang telah ditetapkan sebagaimana mestinya.

"Kejaksaan dalam hal ini sudah memiliki 2 alat bukti, karena ini proses hukum kami taat hukum, dan kita lihat nanti bagaimana di pengadilan, bagaimanapun kami akan membela kepentingan hukum klien kami, ya harapannya bebas tidak cukup bukti dan sebagainya, kalaupun terbukti ya kita ikuti aturan hukum yang berlaku," ujarnya.

Dalam kasus ini dikatakan pihaknya juga memiliki sejumlah saksi yang dapat meringankan kliennya, dan akan dihadirkan dalam proses hukum.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved