Kejaksaan Negeri Pontianak Tahan 2 Tersangka Tipikor Proyek IPAL Lindi

"Dalam proyek ini Nilai anggaran Rp 3,9 miliar dan jenis pekerjaan konstruksi dan mesin pengolahan limbah," kata Kajari Pontianak.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah
Kajari Pontianak Wahyudi di dampingi Kasi Intel Rudi Astanto rilis kasus Tipikor Proyek IPAL Lindi kota Pontianak pada kamis 8 Desember 2022, kedua tersangka saat dibawa untuk dilakukan penahanan ke Rutan Pontianak.(Hadi) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Negeri Pontianak merilis perkara tindak pidana korupsi ( Tipikor ) Dugaan penyimpangan dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Lindi pada TPA Sampah tahun anggaran 2020 di Dinas Lingkungan Hidup kota Pontianak Jajaran Pemkot Pontianak

Kepala Kejari Pontianak Wahyudi menuturkan kedua orang terperiksa dalam kasus Tipikor ini telah ditetapkan tersangka sejak 1 Desember 2022, dan kedua tersangka yakni YTA selaku pelaksana pekerjaan dan YF selaku konsultan pengawasan.

"Selain pelaksanaan pekerjaan, konsultan pengawas yang setiap hari dalam pekerjaan harus mengawasi, juga kita anggap perlu di mintai pertanggungjawaban," kata Kajari Wahyudi di dampingi Kasi Intel Kejari Pontianak Rudi Astanto

Dan kemudian Kajari Pontianak juga mengatakan penyidik Pidsus Kejari Pontianak menilai dalam perkara Tipikor yang terjadi di instansi lingkungan Pemkot Pontianak terdapat nilai kerugian keuangan Negera sekitar Rp 1 Miliar.

"Dalam proyek ini Nilai anggaran Rp 3,9 miliar dan jenis pekerjaan konstruksi dan mesin pengolahan limbah," kata Kajari Pontianak.

Sepanjang Tahun 2022, Kejati Kalbar Sidik 15 Kasus Korupsi dan Lidik 25 Kasus

Kajari Pontianak Wahyudi di dampingi Kasi Intel Rudi Astanto rilis kasus Tipikor Proyek IPAL Lindi kota Pontianak pada kamis 8 Desember 2022, kedua tersangka saat dibawa untuk dilakukan penahanan ke Rutan Pontianak.(Hadi)
Kajari Pontianak Wahyudi di dampingi Kasi Intel Rudi Astanto rilis kasus Tipikor Proyek IPAL Lindi kota Pontianak pada kamis 8 Desember 2022, kedua tersangka saat dibawa untuk dilakukan penahanan ke Rutan Pontianak.(Hadi) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah)

Lanjutnya, namun dalam pemeriksaan di lapangan ternyata proyek yang di kerjakan, tidak sesuai kontrak, ada volume yang di kurangi serta ada yang tidak dikerjakan

"Perkara ini akan terus dilakukan penyidikan dan pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan yang lain, karena perkara ini bersumber dari laporan masyarakat yang masuk ke kita dan kita lanjuti dengan turut ke lapangan," pungkasnya.

Dan kemudian kedua tersangka di tahan dan di titipkan penahanan ke Rutan Pontianak.

Sementara Kuasa Hukum tersangka Andi Ihsan menuturkan secara singkat saat di konfirmasi wartawan, satu diantaranya kliennya menderita sakit.

"Iya, kakinya pincang karena menderita asam urat," ujarnya singkat. (*)

Pemda Kapuas Hulu Komitmen Cegah Tindakan Korupsi

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved