Tuntutan Dipenuhi Pemkab Sintang, Warga Akan Buka Blokir Jalan Poros Kenukut-Dedai

Diberitakan sebelumnya, warga enam desa di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memblokir ruas jalan Simpang Kenukut-Dedai, Senin 5 D

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Tribunpontianak/Agus Pujianto
Warga dari enam Desa di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memblokir ruas jalan Simpang Kenukut-Dedai, Senin 5 Desember 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Setelah melalui diskusi alot, warga akhirnya sepakat untuk membuka ruas jalan Kenukut-Dedai yang sempat dipasang portal pada Senin kemarin.

Portal akan dibuka pada Rabu besok berdasarkan hasil rapat antara warga, perusahaan, bersama dengan Wakil Bupati Sintang, Melkianus di Langkau Kita, rumah dinas wakil Bupati, Selasa 6 Desember 2022 pagi.

"Besok siang portal dibuka. Besok siang pak Wabup dan dinas terkait hadir di pembukaan portal," kata Syahroni koordinator aksi damai, warga Dedai kepada Tribunpontianak, Selasa 6 Desember 2022.

Berdasarkan hasil rapat, Pemkab Sintang akan menganggarkan Rp 3 miliar rupiah untuk perbaikan ruas jalan Kenukut-Dedai.

"Ruas kenukut-dedai di anggarkan 3 M. Perusahaan PT BSL harus segera menangani kerusakan jalan kenukut-dedai. Keputusan rapat tadi udah di setujui pak Bupati," ujar Roni.

Jalan Kenukut-Dedai Kabupaten Sintang Tak Dianggarkan di APBD 2023, Warga: Kena PHP Lagi

Diberitakan sebelumnya, warga enam desa di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memblokir ruas jalan Simpang Kenukut-Dedai, Senin 5 Desember 2022.

Aksi penutupan jalan ini bentuk protes warga terhadap PT Bumi Sentosa Lestari (BSL) dan Pemkab Sintang.

Masyarakat menganggap PT BSL tidak memenuhi tuntutan warga dalam perbaikan dan pemeliharaan jalan Kenukut-dedai.

Warga juga kecewa karena Pemkab Sintang juga tidak memenuhi tuntutan warga untuk segera menganggarkan dana di APBD untuk perbaikan jalan poros Kenukut-Dedai.

Aksi pemortalan jalan tepat di Simpang tiga Kantor Desa Nanga Deda. Warga membentangkan spanduk bertuliskan " Jalan Ini Ditutup !!" Dengan portal dan alat berat. Angkutan sawit tidak diperbolehkan lewat.

Kendaraan roda dua masih bisa melintas jalan yang diportal warga. Aksi pemortalan jalan Kenukut Dedai dijaga personel Polsek dan Koramil Dedai.

Kesal, Warga Kecamatan Dedai Portal Jalan Kenukut-Dedai, Desak Pemkab Sintang Lakukan Perbaikan

"Aksi ini bukan tiba-tiba. Ini merupakan sebuah ungkapnya kekecewaan yang sudah lama dirasakan masyarakat Dedai," kata Syahroni, koordinator lapangan.

Menurut Roni, warga Dedai sudah sabar dengan janji-janji yang diumbar oleh pemerintah yang menyebut akan menganggarkan perbaikan jalan Kenukut-Dedai pada tahun anggaran 2023. Namun, hingga APBD 2023 diketuk, tak ada anggaran yang dialokasikan.

"Kurang apa yang diberikan masyarakat Dedai, suara terbesar penyumbang, persentase tertinggi untuk kemenangan (Bupati Sintang Jarot Winarno)," tegas Roni.

Roni menyampaikan permohonan maaf apabila aksi pemortalan jalan mengganggu aktivitas masyarakat. Warga hanya menuntut janji pemerintah agar ruas jalan Kenukut-Dedai diperbaiki.

"Ini adalah opsi terakhir kami memutuskan untuk memortal jalan. Karena memang seperti beberapa kali diadakan pertemuan, sudah disepakati, kita sabar sampai saat ini. Pun hasilnya nol sampai APBD 2023 diketuk. Kita harus bersatu, mereka harus bertanggung jawab pada kita. Siapapun itu yang punya kewenangan, janji itu kita sudah bosan mendengarkan. Aksi kita menuntut tanggungjawab dari pemda," jelas Roni. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved