Pesan Masyhudi ke Kejari Sintang: Jangan Sakiti Hati Masyarakat Hukum Tajam ke Atas Humanis ke Bawah

Kepada jajaran Kejaksaan Negeri Sintang, Masyhudi berpesan agar para jaksa dapat melakukan penegakan hukum yang baik dan benar.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi (tengah) saat berkunjung ke Kejaksaan Negeri Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi melakukan kunjungan kerja Kejaksaan Negeri Sintang, Selasa 6 Desember 2022 sore.

Kedatangan Kajati Kalbar beserta istri dan rombongan pejabat utama disambut oleh Kajari Sintang, Aco Rahmadi Jaya beserta jajarannya.

Tampak hadir juga Wakil Bupati Sintang, Melkianus beserta jajaran OPD Pemkab Sintang. Bupati Melawi Dadi Sunarya.

Kedatangan Masyhudi ke Sintang untuk mengisi kuliah umum di Universitas Kapuas (UNKA) Sintang.

Kepada jajaran Kejaksaan Negeri Sintang, Masyhudi berpesan agar para jaksa dapat melakukan penegakan hukum yang baik dan benar.

Tuntutan Dipenuhi Pemkab Sintang, Warga Akan Buka Blokir Jalan Poros Kenukut-Dedai

"Lakukan pencegahan korupsi dan juga penegakan korupsi," tegasnya.

Dakam kunjungan Kerja ke Sintang, Kajati juga ingin memastikan pelayanan kepada warga masyarakat tidak ada kendala, dan penegakan hukum bisa dilaksanakan sesuai ketentuan undang undang, ekspektasi dan harapan masyarakat.

"Banyak yang sudah dikerjakan tapi saya terus tingkatkan dan terus saya tekankan di sini supaya jaksa tidak sekali- kali menyakiti hati masyarakat. Harus memberikan pelayanan yang baik, tulus. Penegakan hukum bukan hanya masalah kepastian, keadilan tapi juga kemanfatan hukum," tegas Masyhudi.

Patung Bunda Maria Tetap Kokoh Tegak Berdiri Meski Gua Maria di Kaki Bukit Kelam Sintang Ambruk

Saat memberikan kuliah umum, Kajati Kalbar, Masyhudi lebih menekankan pada restoratif justice.

"Ini akan terus kita pelihara, kita jaga terus dan kita tingkatkan. Jadi hukum harus tajam ke atas dan humanis ke bawah. Artinya yang dulunya hukum disebut hanya untuk kalangan orang kayak berpangkat, yang mempunyai jabatan, tapi (sekarang) tidak. Jadi hukum harus menyejahterakan rakyat, memakmurkan terutama rakyat miskin sehingga semakin lama hukum benar-benar dirasakan manfaatnya," jelas Masyhudi.

Menurut Masyhudi, mahasiswa harus dekat dan tau keberadaan dan tugas seorang jaksa.

"Selain melakukan penuntutan juga melakukan penegakan hukum masalah korupsi juga sebagai jaksa pengacara negara. Dan juga melaksanakan apa sih penegakan hukum yang diharapkan masyakat seperti melaksanakan Restoratif justice," ujar Masyhudi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved