Terima Laporan Bangunan Berdiri di Atas Parit, Anggota DPRD Pontianak Lakukan Peninjauan Langsung

Kita akan meminta instansi yang paling berwenang untuk memastikan kebenaran, apakah sudah sesuai dengan kriteria dan persyaratan atau tidak

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Anggota DPRD Kota Pontianak Yandi saat melakukan peninjauan di kawasan Gajahmada setelah menerima laporan adanya bangunan berdiri diatas parit. Sabtu 3 Desember 2022. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya sejumlah bangunan yang berdiri di atas parit di kawasan Gajahmada Pontianak, Anggota DPRD Kota Pontianak Yandi melakukan peninjauan langsung, Sabtu 3 Desember 2022.

Dari hasil peninjauannya, Yandi mengatakan dirinya akan meminta informasi lebih lanjut kepada pengurus RT serta meminta dinas terkait untuk menilai apakah batas - batas bangunan tersebut sudah sesuai dengan izin yang diajukan.

"Kalau sudah sesuai maka harus di informasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Dikatakan Yandi, saat ini kondisi alam kerab tidak bersahabat, oleh sebab itu ia mengatakan jangan sampai pembangunan sebuah bangunan merusak lingkungan yang kemudian membuat rusak kerukunan.

Siap-siap! Bangunan yang Berada di Atas Parit di Pontianak Akan Ditertibkan

Wali Kota Pontianak Ancam Bongkar Bangunan yang Berdiri di Atas Parit

"Kita akan meminta instansi yang paling berwenang untuk memastikan kebenaran, apakah sudah sesuai dengan kriteria dan persyaratan atau tidak, kalau tidak sesuai kita minta disesuaikan,"katanya.

Dinas teknis, dikatakan Yandi terdapat bagian yang bertugas melakukan pengawasan, penertiban bangunan yang tidak sesuai, oleh sebab itu dirinya meminta dinas terkait untuk lebih proaktif turun melakukan pengawasan di lapangan terhadap bangunan yang berdiri diatas fasilitas umum khususnya parit.

"Kita juga akan minta Kelurahan, Kecamatan, untuk bersama - sama melakukan pengawasan serta normalisasi, dan menjaga agar tidak ada warga yang membuat bangunan diatas parit, jangan sampai ada satu, dua orang jadi contoh, kemudian membuat yang lain meniru hal serupa, lama - kelamaan paritnya habis, karena apa, karena tidak ada ketegasan," jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved