Lokal Populer

Harap Tindakan Tegas Bagi Pelaku Penimbunan Kebutuhan Barang Pokok di Pontianak

yang perlu dijaga adalah ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang mencakup kebutuhan pokok utama dan kebutuhan pokok penunjang

Tribunpontianak/Tri Pandito Wibowo
Presiden Jokowi saat meninjau harga komoditas di Pasar Kemuning, Pontianak pada Selasa 29 November 2022. Jokowi turut memuji Kota Pontianak yang berhasil mengendalikan inflasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono meminta kepada para Lurah dan Camat se-kota Pontianak untuk melaporkan jika terdapat temuan penimbunan sembako di wilayahnya masing-masing.

"Kalau ada gudang-gudang atau rumah warga yang dicurigai melakukan penimbunan bahan pokok atau sembako, saya minta aparatur camat dan lurah segera melaporkannya. Kalau saat stok yang masuk lebih banyak dibandingkan yang dijual di pasaran, itu patut dicurigai sebagai tindakan penimbunan," tegas Wako Edi.

Hal tersebut ia sampaikan saat acara penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Pontianak dalam upaya pengendalian inflasi di Aula Abdul Muis Amin Bappeda Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis 1 Desember 2022.

Menurutnya, persoalan penanganan inflasi sangat penting bagi tatanan kehidupan bangsa, karena inflasi akibat kenaikan harga pangan atau kelangkaan bahan pokok di pasar bisa menyebabkan terjadinya keresahan di kalangan masyarakat.

Penurunan Anggaran Dana Desa di Provinsi Kalbar Tahun 2023 Sebanyak 1,78 Persen

"Maka yang perlu dijaga adalah ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang mencakup kebutuhan pokok utama dan kebutuhan pokok penunjang," katanya.

"Walaupun penentuan harga bukan semata karena ulah pedagang karena mereka menyesuaikan harga dari agen atau distributor, namun hal yang tidak boleh dilakukan adalah penimbunan terhadap bahan kebutuhan pokok," imbuhnya.

Namun yang perlu diketahui, bahwa jika penimbunan dilakukan adalah bertujuan hanya ingin mengambil keuntungan sepihak. Sedangkan akibatnya fatal bagi masyarakat luas.

"Untuk mencegah hal itu tidak terjadi, dibutuhkan koordinasi dan tindakan dari aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan upaya penimbunan," jelasnya.

Wako Edi menilai terjadinya inflasi karena disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari  dampak krisis global akibat perang antara Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi. Kemudian, faktor cuaca karena gagal panen, termasuk distribusi bahan kebutuhan pokok yang menggunakan transportasi kapal laut menjadi terhambat akibat faktor cuaca gelombang laut yang tinggi.

"Sehingga suplai bahan pokok berkurang akibat keterlambatan pengiriman. Dengan kondisi suplai dan demand terganggu menyebabkan kenaikan harga pada bahan pokok itu sehingga terjadilah inflasi," jelasnya

Pengendalian Inflasi

Tokoh masyarakat Kota Pontianak berharap agar pengendalian inflasi tetap dilakukan.

"Walaupun kita tahu, bahwa inflasi di Kota Pontianak dalam kondisi terkendali. Tetapi kita harap agar tetap dipertahankan dan dilakukan monitoring. Terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru," ujar Muhammad Fauzie, Kamis 1 Desember 2022.

Jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, dia menilai, bahwa setiap menjelang Nataru harga komoditas pokok sering terjadi kenaikan.

Untuk itu, dirinya berharap TPID Kota Pontianak bisa melakukan langkah-langkah kongkrit lebih ketat.

"Jangan sampai ada penimbunan komoditas, karena bisa berdampak terhadap harga dan ketersediaan stok barang. Maka kita minta kepada instansi terkait agar menindak tegas jika ada penimbun," jelas Sekretaris IKBM Kalbar ini.

Dia menilai, walaupun Kota Pontianak telah memperoleh penghargaan predikat terbaik dari Pemerintah Pusat dan mendapat pujian dari Presiden RI.

Namun dia menyarankan agar tidak berpuas diri terlebih dahulu.

"Ini merupakan tanggungjawab yang lebih berat untuk menjaga kepercayaan bagaimana menjaga inflasi tetap terkendali dan menjaga kepercayaan publik bisa tetap aman," tukasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved