Sebanyak 40.957 Masyarakat Kalbar Terima Sertifikat Tanah dari Presiden RI

Atas kinerja BPN Provinsi Kalbar, Gubernur mengapresiasi dengan telah diserahkannya 40.957 sertipikat tanah untuk masyarakat Kalbar.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Tribunpontianak/Tri Pandito Wibowo
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat ditemui wartawan usai hadir pada acara yang bertajuk Pekan Peduli Resistensi Antimikroba se Dunia, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu 30 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden RI menyerahkan sertipikat tanah untuk rakyat Indonesia dengan total 1.552.450 sertifikat dibagikan yang terdiri dari 1.432.751 sertifikat PTSL, dan 119.699 sertipikat retribusi tanah yang dilakukan secara luring dan daring.

Dimana secara simbolis diserahkan oleh Presiden kepada 120 perwakilan yang hadir langsung di Istana Negara di Jakarta,dan masing-masing Provinsi diikuti sebanyak 500 orang perwakilan.

Diantaranya Kantor Wilayah BPN Provinsi turut mengikuti penyerahan sertipikat secara simbolis dengan menghadirkan 500 orang penerima sertipikat, dari total penerima sertipikat yang hadir di Auditorium Untan, Kamis 1 Desember 2022.

Dari total 1.552.450 sertipikat yang dibagikan Presiden RI, masyarakat Kalbar mendapatkan sertipikat dengan jumlah 40.957 sertipikat yang terdiri dari 32.896 sertipikat PTSL dan 8.061 sertipikat redistribusi tanah.

Baca juga: Jelang Nataru, Tokoh Masyarakat Minta Tindak Tegas Jika Ditemukan Penimbunan Komoditas

Baca juga: Konser Dewa 19 Batal, Kapolres Kubu Raya Minta Penyelenggara Bongkar Panggung dan Umumkan di Media

Penyerahan sertipikat tanah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk mengakselerasi pensertipikatan tanah di seluruh Indonesia yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada masyarakat terhadap tanahnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji yang juga turut hadir di acara tersebut mengapresiasi atas capaian yang telah dilakukan oleh BPN seluruh Indonesia, khususnya BPN Provinsi Kalbar.

“Kita apresiasi BPN bayangkan saja dalam waktu 6-7 tahun bisa melahirkan 60 juta sertifikat dan sekarang sudah mencapai 100 jutaan . Masih ada 26 juta yang belum, dengan target tiga tahun lagi selesai,” ujarnya.

Midji menegaskan tentu ini bukanlah kerjaan yang gampang, karena perlu juru ukur yang banyak dan mengingat medan yang tak gampang.

Sesuai arahan Presiden, Gubernur menyampaikan kalau ada yang mau menyekolahkan atau menggadai sertipikat untuk modal usaha atau pun bisnis harus benar-benar dihitung. Apakah nanti bisa dikembalikan cicilannya atau tidak.

“Jangan sampai pinjam uang untuk bayar uang muka kendaraan, duit abis tidak bisa bayar angsuran akhirnya tanah atau rumah di sita itu bisa jadi masalah,” tegasnya.

Atas kinerja BPN Provinsi Kalbar, Gubernur mengapresiasi dengan telah diserahkannya 40.957 sertipikat tanah untuk masyarakat Kalbar.

“Mudah- mudahan tiga tahun kedepan seluruh tanah sudah tersertifikatkan, yang mana total ada 120 juta untuk seluruh Indonesia, dengan capaian saat ini sudah mencapai 100 jutaan yang telah disertifikatkan,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Plt Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Kalbar yakni Sri Puspita Dewi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Kalbar, seluruh jajaran serta semua kepala daerah kabupaten/kota yang telah mendukung bagaimana percepatan pendaftaran tanah yang telah dilaksanakan secara sistematis dan lengkap ini.

Seperti yang disampaikan oleh Presiden RI bahwa sampai tahun 2015 baru 46 juta bidang tanah yang terdaftar memiliki sertipikat dan sekarang sudah mencapai 100 juta lebih.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved