Khazanah Islam

Pemindahan Ibu Kota dari Madinah ke Kufah, Materi SKI Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah

Ketika khalifah Usman wafat, sebagian elit atau golongan atas pemerintahan Islam tidak menginginkan Ali menggantikan Usman menjadi khalifah.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK
Perpindahan itu agar mempermudah khalifah Ali menjalankan tugasnya sebagai khalifah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Satu di antara kebijakan Ali bin Abi Thalib saat diangkat menjadi Khalifah yakni Pemindahan Ibu Kota dari Madinah ke Kufah.

Perpindahan itu agar mempermudah khalifah Ali menjalankan tugasnya sebagai Khalifah.

Ketika khalifah Usman wafat, sebagian elit atau golongan atas pemerintahan Islam tidak menginginkan Ali menggantikan Usman menjadi khalifah.

Mereka takut sahabat Ali akan memerintah layaknya sahabat Abu Bakar,

yakni dengan penuh kedisiplinan dan sangat ketat.

Tata Cara Memandikan Jenazah Materi Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 11 SMA

Mereka takut kehilangan jabatan.

Namun mereka juga tidak berani mencalonkan diri menjadi khalifah,

karena mereka tahu siapapun tidak ada yang pantas menjadi khalifah apabila sahabat Ali masa ada.

Hanya sahabat Ali lah yang layak menjadi khalifah.

Sementara mayoritas kaum muslimin kalangan bawah sangat menginginkan pemimpin yang tegas,

disiplin dan berani seperti sahabat Umar sehingga bisa mengatur kembali pemerintahan Islam yang dirusak para pemberontak

dan para pejabat yang tidak bertanggung jawab di masa khalifah Usman.

Rakyat banyak yang berkumpul untuk membaiah sahabat Ali.

Namun beliau mengatakan: ”Ini bukan urusan kamu sekalian! Ini adalah urusan orang-orang yang mengikuti perang Badar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved