Patut Ditiru! Strategi Baru Perusahaan Inggris Cegah PHK, Kerja Hanya 4 Hari Tanpa Potong Gaji

Demi mencegah PHK terdampak Ekonomi Global, kini perusahaan di Inggris menerapkan strategi baru dengan pola 4 hari tanpa potong Gaji Karyawan.

Editor: Rizky Zulham
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi gaji - Patut Ditiru! Strategi Perusahaan Inggris Cegah PHK, Kerja Hanya 4 Hari Tanpa Potong Gaji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Demi mencegah PHK terdampak Ekonomi Global, kini perusahaan di Inggris menerapkan strategi baru dengan pola 4 hari tanpa potong Gaji Karyawan.

Sekitar ratusan perusahaan di Inggris dilaporkan telah memberlakukan kebijakan tersebut.

Pola selama empat hari seminggu secara permanen untuk semua Karyawan mereka tanpa pemotongan Gaji.

Kebijakan ini dianggap sebagai sebuah tonggak penting dalam kampanye untuk secara fundamental mengubah pendekatan kerja di Inggris.

Dikutip dari The Guardian, Selasa 29 November 2022, ada sekitar 2.600 karyawan dari 100 perusahaan yang telah merasakan kebijakan ini.

Fakta Bisnis Maskapai Susi Pudjiastuti, Berjuang saat Pandemi hingga Potong Gaji Pegawai

Jumlah ini memang baru sebagian kecil dari populasi pekerja Inggris.

Tetapi kelompok kampanye 4 hari kerja seminggu disebut berharap mereka-mereka ini akan menjadi pelopor perubahan besar.

Pendukung empat hari kerja seminggu mengatakan bahwa pola lima hari kerja adalah sisa dari era ekonomi sebelumnya.

Mereka berpendapat bahwa empat hari kerja seminggu akan mendorong perusahaan untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Yang berarti mereka dapat menciptakan hasil yang sama dengan menggunakan jam kerja yang lebih sedikit.

Bagi beberapa pengadopsi awal, kebijakan tersebut juga telah terbukti menjadi cara yang berguna untuk menarik dan mempertahankan karyawan.

Dua perusahaan terbesar yang telah mendaftar adalah Atom Bank dan perusahaan pemasaran global Awin.

Keduanya dilaporkan masing-masing memiliki sekitar 450 staf di Inggris.

Mereka telah diakreditasi oleh kampanye empat hari kerja seminggu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved