Sinopsis Drama Dayang Putung Putri Junjung Buih Karya Ikan Mas FKIP Untan Pontianak Malam Ini

Ketua Ikan Mas FKIP Untan, Fernandus Deo Dekapriyo, cerita ini mengisahkan tentang seorang putri bernama Dayang Putung yang merupakan putri dari Keraj

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Foto bersama WD III FKIP UNTAN, Kaprodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Dosen Pengampu Makul Drama Tari, Tim Produksi dan Penari Drama Tari Putri Junjung Buih dari Tanah Kayong. Taman Budaya, Selasa malam, 29 November 2022. Foto bersama tersebut dilakukan setelah ujian pementasan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ikatan Mahasiswa Seni (Ikan Mas) program studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak akan menggelar pementasan dengan Judul "Dayang Putung Putri Junjung Buih Dari Tanah Kayong" malam ini Rabu 30 November 2022 di Taman Budaya Pontianak.

Ketua Ikan Mas FKIP Untan, Fernandus Deo Dekapriyo membocorkan sinopsis singkat Dayang Putung Putri Junjung Buih Dari Tanah Kayong tersebut.

Berikut sinopsis singkat Dayang Putung Putri Junjung Buih Dari Tanah Kayong:

Cerita ini mengisahkan tentang seorang putri bernama Dayang Putung yang merupakan putri dari Kerajaan Ulu Aik yang memiliki penyakit kulit.

Ia kemudian diasingkan oleh keluarganya sehingga dihanyutkan dengan rakit dan terdampar lah di Sungai Pawan.

Yuk Nonton! Ikan Mas FKIP Untan Pontianak Gelar Pementasan Drama Tari yang Seru Abis Malam Ini

Kemudian ada seroang pria bernama Prabu Jaya yang diramalkan akan menjadi penerus tahta kerajaan Majapahit pada saat itu.

Namun karena ini dengki saudara-saudaranya, Prabu Jaya kemudian di racun dan di asingkan juga.

Ayah Prabu Jaya meminta agar Prabu Jaya ini diselamatkan dan ditujukan ke tempat yang aman oleh Dewa, sampailah Prabu Jaya ini ke Benua Lama.

Prabu Jaya ini memiliki hobi yang unik dia bergaul dengan masyarakat, ikut menjala dan mencari ikan.

Diceritakan, akibat racun dari saudara-saudaranya itu rambutnya mengalami penyakit kulit, sembuhlah penyakit Prabu Jaya ini karena dimakan ikan patin dan ikan ulang uling.

Setelah sembuh, oleh rakyat yang ada di Kabupaten di Ketapang waktu itu Prabu Jaya ini didamba-dambakan menjadi seorang raja karena memiliki garis keturunan dari kerajaan Majapahit.

Berjalanya waktu, saat menjala bersama prajuritnya Prabu Jaya ini bertemu tanaman kumpai rawa-rawa yang sangat tebal dan menghasilkan buih-buih air.

Kemudian, perahu Prabu Jaya tersangkut oleh kumpai-ku.pai tersebut sehingga ditebaslah olehnya kumpai-kumpai tersebut.

Kaji Potensi Bisnis, PKM Ekonomi Untan Pontianak Beri Pelatihan Pendampingan UMKM di Singkawang

Ternyata di balik kumpai itu ada seorang putri yang memiliki penyakit yang sama dengan Prabu Jaya yaitu penyakit kulit.

Kemudian Prabu Jaya membawa Putri tersebut untuk disembuhkan juga oleh ikan patin dan ikan ulang uling.

Setelah Putri Dayang Putung sembuh, mereka memiliki benih-benih asmara dan jatuh cinta jatuh cinta hingga menikah.

Setelah menikah dirubahlah nama Dayang Putung menjadi putri Junjung buih karena dia ditemukan di selimuti oleh buih-buih air.

Setelah itu dari perkawinan mereka menghasilkan keturunan raja-raja yang ada di Kerajaan Matan Tanjung Pura.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved