Piala Dunia 2022

Jelang Laga Terakhir, Pelatih Amerika Serikat Minta Maaf Atas Penghapusan Lambang di Bendera Iran

Akhirnya pelatih Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat (AS), Gregg Berhalter meminta maaf pada Senin 28 November 2022.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Alfonsius Pardosi
MIKE STOBE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Pelatih kepala Tim Nasional Pria AS Gregg Berhalter berbicara kepada media selama Pesta Pengungkapan Daftar Nama Tim Nasional Pria Amerika Serikat Untuk Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Brooklyn Steel pada 09 November 2022 di New York City. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Setelah heboh hilangnya lambang di dalam bendera Iran yang diduga dihapus oleh US Soccer di media sosial beberapa hari lalu.

Akhirnya pelatih Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat (AS), Gregg Berhalter meminta maaf pada Senin 28 November 2022.

Baca juga: Hasil Brasil vs Swiss Piala Dunia 2022 Tadi Malam, Gol Casemiro Jadi Pembeda

Sebelumnya kehebohan dipicu oleh unggahan federasi sepak bola negaranya yaitu US Soccer, yang menghapus lambang di bendera negara Iran.

US Soccer akhir pekan lalu mengunggah klasemen Grup B Piala Dunia 2022 di media sosial dengan bendera Iran tanpa lambang di tengahnya.

Menurut federasi tersebut, itu adalah isyarat solidaritas kepada pedemo wanita di Iran.

Unggahan itu kemudian dihapus setelah protes dari federasi sepak bola Iran yang mengajukan keluhan ke FIFA dan menuntut sanksi terhadap USMNT, singkatan nama tim sepak bola pria AS.

Berhalter dalam konferensi pers pada Senin 28 November 2022 mengatakan, para pemain dan staf pelatih AS tidak menyadari unggahan itu.

Dia pun berusaha meredakan ketegangan jelang laga pamungkas penyisihan grup pada Rabu 30 November 2022 dini hari WIB yang mempertemukan Iran vs AS untuk memperebutkan tiket ke 16 besar.

"Terkadang ada hal-hal di luar kendali kita. Kami tidak fokus pada hal-hal di luar itu dan yang bisa kami lakukan hanyalah meminta maaf atas nama para pemain dan staf,” ujar Berhalter dikutip dari kantor berita AFP.

Belanda Hanya Butuh Seri Dipertandingan Terakhir Untuk Lolos 16 Besar, Ini Hitung-Hitungannya

Lanjutnya, tetapi itu bukanlah sesuatu yang menjadi bagian kami. Kami tidak tahu apa yang dikeluarkan US Soccer.

“Staf, para pemain, kami tidak tahu. Bagi kami fokusnya adalah pada pertandingan ini dan saya tidak ingin berbicara sendiri, atau kami tidak peduli dengan mengatakan itu,’ katanya.

"Tentu kami memikirkan rakyat Iran, seluruh negara, dan semua orang. Tapi pikiran kami hanya tertuju pada pertandingan ini,” jelas dia.

Amerika Serikat dan Iran adalah musuh ideologis selama lebih dari 40 tahun. Mereka memutus hubungan diplomatik setelah Revolusi 1979.

Berhalter juga menekankan bahwa sejarah di luar lapangan yang bergolak antara AS dan Iran tidak akan berpengaruh pada persiapan timnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved