BRGM Pamerkan Aneka Produk Lahan Gambut Menarik dari 7 Provinsi di Galeri Hasil Hutan Kalbar

Bertempat di Galeri Hasil Hutan Provinsi Kalimantan Barat, BRGM menampilkan aneka produk hasil hutan dari berbagai provinsi di Indonesia, diantaranya

Penulis: Ferryanto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Ferryanto
Aneka Produk yang berasal dari lahan gambut dari Kelompok Masyarakat Binaan BRGM di 7 Provinsi Indonesia pada pameran di Galeri hasil hutan Provinsi Kalbar, Selasa 29 November 2022. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggelar pameran hasil hutan dalam rangkaian kegiatan BIMP EAGA tahun 2022 yang gelar di Kalimantan Barat pada Selasa 29 November 2022.

Bertempat di Galeri Hasil Hutan Provinsi Kalimantan Barat, BRGM menampilkan aneka produk hasil hutan dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan Papua.

Tiap kelompok binaan dari BRGM memiliki aneka produk khasnya sendiri yang berasal dari kawasan gambut.

Dari Kalbar terdapat produk arang briket yang dihasilkan dari Kotoran Sapi, lalu ada pula pupuk cair yang dapat digunakan untuk pembuatan kompos.

Lalu, dari Kalimantan Tengah ada prodak Kopi yang ditanam di lahan gambut bernama Kopi Sahep Gadabar, dimana Kopi yang ditanam di lahan gambut ini dikatakannya memiliki keunggulan yakni aman bagi yang memiliki asam lambung.

Disporapar Kalbar Maksimalkan Promosi Pariwisata dan Ekraf di BIMP- EAGA

Kopi tersebut di olah mulai dari pohon hingga ketahap rosting dan giling.

Selanjutnya dari Kalimantan Selatan, terdapat prodak dari anyaman Purun yakni tanaman sejenis rumput liar yang panjang dan kuat, dan tumbuh subur di lahan gambut.

Memanfaatkan berlimpahnya Purun, masyarakat setempat mengolah Purun tersebut menjadi bahan dasar anyaman yang kemudian berhasil dibuat berbagai kerajinan tangan bernilai ekonomis tinggi.

Kemudian, dari Jambi memiliki produk unggulan yakni pakan ternak dari pakis yang sangat melimpah di lahan gambut, pakan ternak dari Pakis ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan lebih tinggi dari pakan ternak bahan lain.

Kepala Sub Kelompok Kerja Pengembangan Usaha dan Pemasaran Prodak Mangrove, dari Kelompok Kerja Pengembangan Usaha Masyarakat Keduputian Pemberdayaan Masyarakat BRGM Musafa Ahmad, menyampaikan bahwa ada tiga pendekatan yang dilakukan BRGM.

Pertama perluasan kembali, penanaman kembali dan revitalisasi ekonomi.

"Revitalisasi ekonomi ini dalam rangka memberikan alternatif pendapatan bagi masyarakat yang terdampak dilokasi restorasi gambut, dan yang ada pada pameran ini merupakan Pokmas (kelompok masyarakat) yang melaksanakan strategi ketiga," ujarnya.

Penanaman Pohon Ulin oleh Menteri Ekonomi Empat Negara BIMP-EAGA

Ia menjelaskan saat BRGM melaksanakan restorasi pada lahan gambut, maka ada masyarakat yang terdampak ekonominya.

Masyarakat yang sebelumnya tidak dibatasi saat mengekploitasi lahan gambut, saat kegiatan restorasi diajak untuk membatasi kegiatan eksploitasinya agar lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang.

"Dampak restorasi ini ada kerugian ekonomi jangka pendek bagi masyarakat, sehingga kita membuat program bantuan ekonomi untuk memberikan alternatif pendapatan, dan yang hadir disini ialah kelompok masyarakat binaan kita," ujarnya.

"Mudah-mudahan ini dapat memberi pelajaran ke masyarakat yang tinggal di kawasan gambut untuk yakin produknya layak pasar, dan selama ini mereka tidak PD saat hendak memasarkan," tuturnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved