Pokja Demokrasi Ajak Kalangan Muda dan Milenial Redam Politik Identitas

"Jangan sampai dalam hal yang identik dengan SARA menjadi komoditi politik menjelang pemilu 2024 mendatang," ucap Zainudin.

ISTIMEWA
Ketua Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Zainuddin Kismit.   

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi, Zainudin Kismit, berkesempatan menghadiri diskusi 'milenial redam politik identitas' bersama TVRI Kalbar. Senin, 28 November 2022.

Ia menyampaikan, politik identitas harus di pahami secara utuh, dengan kata lain yang wajib diminimalisir adalah politisasi identitas/SARA.

"Jangan sampai dalam hal yang identik dengan SARA menjadi komoditi politik menjelang pemilu 2024 mendatang," ucap Zainudin.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam menekan adanya politisasi indentitas pun dirasa sangat diharapkan.

Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak Gelar KKM dengan Turut Ikut Sosialisasi Tentang Pemilu Bersama Bawaslu

Persentase kelompok muda yang mendominasi jumlah penduduk Indonesia dianggap sangat berperan dalam menangkal konflik akibat politisasi identitas ini.

Secara kemudahan akses informasi, dominasi anak muda lebih mudah dan cepat mengakses informasi internet, sehingga untuk menekan konflik SARA anak muda punya peran penting didalamnya.

"Melalui penerimaan dan penyampaian informasi ke msyarakat serta membangun narasi positif terkait keberagaman," ucapnya.

Ia menjelaskan, politisasi identitas menjadi rentan akibat terbangunnya narasi-narasi negatif kepada kelompok lain yang menimbulkan kebencian dan pergesekan kelompok di lapisan masyarakat.

"Namun untuk di Kalbar potensi tersebut ada, hanya saja sejarah Pemilu dan Pilkada 2018 dan 2019 membuktikan kalbar mampu melewati itu dan keluar dari titik rawan pemilu yang dulu diletakan bawaslu RI pd posisi ketiga daerah rawan terkait politisasi identitas," ucap Zainudin.

"Kedepan perlu kerja bersama dalam membangun ruang dialog dan narasi terkait harmonisasi dan pemahaman politik identitas di masyarakat," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved