Cegah Stunting, IAD Wilayah Kalbar Gandeng BKKBN Gelar Penyuluhan dan Layanan KB
Kajati Kalbar, Masyhudi menyampaikan bahwa program KB bukanlah menolak anak, namun mengatur kelahiran, mengatur jarak, usia, dan kesehatan yang bertuj
Penulis: Ferryanto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kalimantan Barat bersama dengan BKKBN Kalimantan Barat menggelar penyuluhan dan layanan KB di lingkungan Kejaksaan se Kalimantan Barat, Jumat 25 November 2022.
Kajati Kalbar, Masyhudi menyampaikan bahwa program KB bukanlah menolak anak, namun mengatur kelahiran, mengatur jarak, usia, dan kesehatan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.
Program Keluarga Berencana juga dapat menurunkan angka stunting di Indonesia.
Pada tahun 2030, Indonesia akan mendapatkan bonus Demografi, dimana jumlah usia produktif lebih banyak.
Oleh sebab itu dengan program keluarga Berencana, ia berharap SDM Indonesia akan semakin baik dalam menghadapi Bonus Demografi.
"Jadi kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga nanti bonus demografi itu bermanfaat, bukan sebaliknya, dengan SDM yang berkualitas maka negara ini akan menjadi negara yang maju" ujarnya.
• Wabup Wahyudi Hidayat Ungkap Kunci Percepatan Penurunan Gizi Balita dan Stunting di Kapuas Hulu
• Cegah Kelahiran Stunting di Masa Depan, Diskes Kalbar Luncurkan Program Sehat Membara
Kemudian, Sekertaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Abdurrahman menyebut pembangunan keluarga penduduk harus menjadi titik sentral dalam program pembangunan negara.
"Program KB terus kita gaungkan bahwa bukan melarang jumlah anak banyak, tetapi menitikberatkan pada pengaturan, untuk wanita ideal melahirkan yakni 21 tahun, karena di usia tersebut wanita sudah cukup sehat baik dari fisik maupun psikis,"ujarnya.
Pada program KB ada 4 T yang menjadi penyebab kematian ibu dan anak saat melahirkan, pertama Terlalu Muda, Terlalu Tua, Melahirkan Terlalu Rapat dan Melahirkan Terlalu Banyak.
Melalui Program Keluarga Berencana, ia mengatakan BKKBN juga mentargetkan dapat membantu menurunkan angka stunting di Kalbar.
"Angka stunting di Indonesia cukup tinggi yakni 24,8 persen, sedangkan di Kalbar 29,8