Khazanah Islam

Kehidupan Nabi Muhammad SAW Saat Awal Pengasuhan Bersama Ibu Persusuan

Tsuwaibah adalah pelayan paman Nabi yang bernama Abi Lahab.Kemudian Nabi diserahkan oleh ibunya kepada seorang wanita Badiyah.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK
Setelah dilahirkan oleh ibunya,Nabi Muhammad disusui oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah selama 3 hari, sesudah penyusuan ibu beliau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Masyarakat Arab di kota Makkah memiliki tradisi menyusukan bayi yang baru lahir.

Terutama pada orang-orang bangsawan, untuk menyusukan dan menitipkan bayi-bayi mereka kepada wanita Badiyah (dusun di padang pasir).

Maksudnya agar bayi-bayi mereka itu dapat menghirup udara yang segar, terhindar dari penyakit, dan supaya bayi-bayi itu dapat berbicara dengan bahasa yang baik dan fasih.

Nabi Muhammad pun juga demikian.

Setelah dilahirkan oleh ibunya, beliau disusui oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah selama 3 hari, sesudah penyusuan ibu beliau.

Siapa Nama Asli Abu Bakar As-Shiddiq? Sahabat Sekaligus Mertua Nabi Muhammad SAW

Tsuwaibah adalah pelayan paman Nabi yang bernama Abi Lahab.Kemudian Nabi diserahkan oleh ibunya kepada seorang wanita Badiyah.

Perempuan itu yang bernama “Halimatussa’diyah” dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin.

Tempat tinggalnya tidak jauh dari kota Makkah.

Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi Muhammad SAW diasuh dan dibesarkan.

Sungguh bahagia Halimah diamanahkan bayi Muhammad.

Penghidupannya berubah menjadi baik, semula binatang ternaknya kurus-kurus,

kehidupannya agak menderita, dia termasuk keluarga yang miskin dan perawakannya juga agak kurus, sesuai dengan keadaan ekonominya di waktu itu.

Arti dan Struktur Akad Hibah dalam Hukum Islam

Anak kandungnya sendiri, pada mulanya sering menangis karena kelaparan dan kekurangan air susu.

Melalui pertolongan Allah SWT setelah Nabi Muhammad berada dalam asuhannya, binatang ternaknya berkembang biak,

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved