Gandeng BPJamsostek, Pemkot Singkawang Berikan Jaminan Sosial Pada 1.350 Pelaku Usaha Perikanan

Pemberian perlindungan jaminan sosial ini diberikan secara langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Gustaviana.....

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY KURNIA
Pemkot Singkawang Gandeng BPJS Berikan Jaminan Sosial Pada 1.350 Pelaku Usaha Perikanan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang melalui Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Singkawang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Singkawang membantu memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 1.350 pelaku usaha di bidang perikanan di Kota Singkawang.

Pemberian perlindungan jaminan sosial ini diberikan secara langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Gustaviana bersama Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi Kepala DPKPP, Dwi Yanti kepada para pelaku usaha bidang perikanan di momen Peringatan Hari Ikan Nasional ke-9 tahun 2022, di Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis 24 November 2022.

Pemberian perlindungan jaminan sosial ini diberikan lewat anggaran dari Pemerintah Kota Singkawang kepada para pelaku usaha bidang perikanan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie Bantu Korban Kebakaran Permudah Pengurusan Surat-surat Penting

Pemkot Singkawang Gandeng BPJS Berikan Jaminan Sosial Pada 1.350 Pelaku Usaha Perikanan.
Pemkot Singkawang Gandeng BPJS Berikan Jaminan Sosial Pada 1.350 Pelaku Usaha Perikanan. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY KURNIA)

Ryan Gustaviana menjelaskan, terdapat dua program perlindungan yang diterima para pelaku usaha bidang perikanan Singkawang ini, yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

Jaminan kecelakaan kerja ini, Ryan katakan, akan didapat para peserta mulai dari keluar untuk berangkat kerja, hingga pulang ke rumah.

Sehingga apabila terjadi musibah kecelakaan yang dialami peserta di waktu tersebut, BPJS Ketenagakerjaan akan membantu peserta hingga sembuh.

Sedangkan Jaminan Kematian, Ryan katakan, akan diberikan kepada ahli waris peserta, ketika peserta meninggal dunia (bukan karena bekerja) dengan total santunan hingga Rp 42 juta.

"Sementara jika peserta meninggal dunia karena bekerja, misalkan pergi melaut, maka putra-putrinya berhak atas beasiswa sampai lulus kuliah," jelas Ryan, Kamis 24 November 2022.

Sementara itu, Wali Kota Tjhai Chui Mie menerangkan, perlindungan jaminan sosial yang diberikan kepada pelaku usaha bidang perikanan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha bidang perikanan.

"Tentu sudah menjadi tugas Pemerintah untuk peduli kepada masyarakat. Mudah-mudahan pelaku usaha perikanan dan nelayan tetap diberi keselamatan dan kesehatan saat bekerja," terang Tjhai Chui Mie.

Meski begitu, Tjhai Chui Mie mengimbau kepada para nelayan agar lebih waspada dan lebih berhati-hati saat bekerja ketika cuaca ekstrim.

"Nelayan bisa melihat informasi dari BMKG untuk perkiraan cuaca. Jika cuaca ekstrim, sebisanya hentikan dulu melaut, demi keselamatan," imbaunya.

Di tempat yang sama, Kepala DPKPP Singkawang, Dwi Yanti menerangkan, Pemerintah Kota Singkawang melalui DPKPP telah menganggarkan sekitar Rp 200 juta lebih untuk mengcover sekitar 1.350 pelaku usaha bidang perikanan.

"Total yang kami anggarkan sekitar Rp 200 juta untuk 1.350 orang pelaku usaha bidang perikanan," terangnya.

Pemberian perlindungan jaminan sosial ini, Dwi katakan, akan ditanggung Pemerintah selama satu tahun atau berakhir hingga akhir tahun 2023 mendatang.

Dwi berharap, dengan diberikannya perlindungan jaminan sosial kepada para pelaku usaha bidang perikanan ini, dapat meningkatkan semangat mereka dalam bekerja, sehingga mendapat hasil yang maksimal. (*)

 

 

 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved