Piala Dunia 2022

Alasan Injury Time Piala Dunia Sekarang Bisa Lama, Pierluigi Collina Sebut 90 Menit Harus Efektif

Sebut saja saat pertandingan Group B ketika Inggris berhasil mengalahkan Iran dengan score 6-2, dimana pada babak pertama injury time 14 menit.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Alfonsius Pardosi
vidio
Tangkapan layar jadwal Inggris vs Iran di penyisihan grup B Piala Dunia 2022 Senin 20 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beberapa pertandingan sepak bola Piala Dunia 2022 Qatar, ada yang menjadi sorotan yakni injury time yang durasinya lumayan lama.

Sebut saja saat pertandingan Group B ketika Inggris berhasil mengalahkan Iran dengan score 6-2, dimana pada babak pertama injury time 14 menit, dan babak kedua 10 menit.

Hasil Pertandingan Piala Dunia Spanyol Vs Kosta Rika, Menang 7-0 Ini Daftar Pencetak Gol Spanyol!

Ternyata durasi injury time yang sangat lama pada pertandingan Piala Dunia 2022 tersebut tak lepas dari peran wasit legendaris asal Italia, Pierluigi Collina.

Ya, saat ini Collina yang menjabat sebagai Kepala Komite Wasit FIFA menginginkan pertandingan sepak bola dimainkan seefektif mungkin selama 90 menit.

Adapun durasi injury time yang sangat lama itu ditujukan untuk menggantikan waktu yang terbuang selama pertandingan.

Seperti pemain cedera, pengecekan Video Assistant Referee (VAR), pergantian pemain, dan selebrasi gol.

"Kami mengatakan kepada semua orang untuk tidak terkejut jika melihat offisial keempat menaikkan papan elektronik dengan angka besar di atasnya, bisa enam, tujuh, atau delapan menit," kata Collina kepada ESPN.

"Jika ingin waktu aktif yang lebih banyak, kita harus siap melihat tambahan waktu semacam ini. Bayangkan jika ada tiga gol dalam pertandingan.

Sebuah perayaan biasanya memakan waktu satu setengah menit. Jadi, dengan tiga gol yang dicetak, waktu yang hilang adalah lima atau enam menit," beber Collina.

Hasil Pertandingan Piala Dunia Grup F Mitchy Batshuayi Bawa Kemenangan Belgia Atas Kanada

Mengenal Sosok Pierluigi Collina, Si Plontos Yang Ikonik

Bagi penggemar sepak bola sejak era 1990-an, Pierluigi Collina bukanlah sosok asing. Banyak yang menilai, pria asal Italia itu adalah wasit paling ikonik dalam sepak bola.

Kepala plontos dengan tatapan mata tajam membuat Collina sangat mudah dikenali, dan mungkin ditakuti pemain di lapangan.

Selama aktif menjadi wasit dari 1988 hingga 2006, Collina memang identik dengan ketegasan. Ia tak segan berkonfrontasi dengan pemain yang menurutnya melanggar aturan.

Pada sebuah laga di turnamen Euro 2000, Collina pernah menghardik dan mendorong Tomas Repka ketika bek Ceko itu melakukan protes keras usai berselisih dengan gelandang Belanda, Edgar Davids.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved