Puluhan WBP Lapas Sintang Diberi Penyuluhan Soal Penyakit Kulit dan IMS

“Tujuan kami melakukan penyuluhan ini adalah memberikan pengetahuan kepada WBP agar pengetahuan tersebut bermanfaat sehingga penyakit seperti Penyakit

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Lapas Sintang
Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Sintang mendapatkan penyuluhan tentang penyakit Kulit Scabies dan Infeksi Menular Seksual (IMS) oleh Dokter Lapas Sintang dr Septian di ruangan rapat Lapas Sintang, Rabu 23 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Sintang mendapatkan penyuluhan tentang penyakit Kulit Scabies dan Infeksi Menular Seksual (IMS) oleh Dokter Lapas Sintang dr Septian di ruangan rapat Lapas Sintang, Rabu 23 November 2022.

Sebelum diberikan materi soal Scabies dan IMS, 20 Orang WBP diberikan pretest kepada WBP untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan WBP tentang penyakit kulit Scabies dan Infeksi Menular Seksual.

dr Septian mengungkapkan penyuluhan ini fokusnya adalah melakukan pencegahan terkait dengan penyakit-penyakit yang sering terjadi dan menular.

“Tujuan kami melakukan penyuluhan ini adalah memberikan pengetahuan kepada WBP agar pengetahuan tersebut bermanfaat sehingga penyakit seperti Penyakit Kulit Scabies dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan dan fokus kami disini ialah pencegahan. Lapas Sintang untuk kasus penyakit kulit Scabies hampir 30 orang,” ungkap Septian.

Jeffray Edward Minta Pemkab Sintang Cepat Tanggap Bantu Warga Terdampak Banjir

Menurut Septian, pelaksanaan penyuluhan IMS sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan WBP akan penyakit menular seksual serta memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.

"Hampir seluruh IMS dapat diobati, tetapi ada juga yang dapat menyebabkan kematian sehingga upaya pengendalian seperti penyuluhan mengenai penyakit ini sangat penting dilakukan,” jelasnya.

dr Septian verharap dengan adanya penyuluhan seperti ini WBP Lapas Sintang lebih menjaga kesehatannya.

"Karena lebih baik mencegah daripada mengobati," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved