10 Napi Lapas Singkawang Jadi Kader Kesehatan, Dilatih Langsung oleh Dokter
Dalam pelaksanaan pelatihan ini, 10 WBP kader kesehatan ini dilatih tentang penanganan pertama bagi WBP lainnya yang sakit.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sebanyak 10 Narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) Lapas Kelas IIB Singkawang dilatih menjadi Kader Kesehatan Lapas, Rabu 23 November 2022.
Pelatihan ini diberikan secara langsung oleh dua dokter dari Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, yakni Dokter Yuli dan Dokter Prabu yang digandeng Lapas Singkawang.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini, 10 WBP kader kesehatan ini dilatih tentang penanganan pertama bagi WBP lainnya yang sakit.
Kalapas Singkawang, Priyo Tri Laksono menjelaskan, Kader Kesehatan ini akan membantu mempermudah penanganan bagi warga binaan yang sakit sembari menunggu petugas perawat atau dokter datang ke Lapas.
• Menang Adu Penalti, Singkawang Lolos ke Babak Semi Final Porprov XIII Kalimantan Barat 2022
• Wakapolsek Sngkawang Barat Hadiri Rapat Senat Trbuka STIH Soelthan M Tsjafioeddin Singkawang
Hal ini, lanjutnya, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi warga binaan di dalam Lapas Singkawang.
"Pelatihan kader kesehatan ini merupakan hal penting bagi pelayanan kesehatan dalam penanganan warga binaan yang sedang sakit di Lapas sambil menunggu tenaga medis, perawat ataupun dokter datang," terang Priyo, Rabu 23 November 2022.
Selain itu, kepada para Kader, Priyo telah berpesan agar peserta pelatihan kader kesehatan lapas ini benar-benar mengikuti pelatihan dengan baik dan memperhatikan materi yang diberikan oleh pemateri.
"Sehingga nantinya dapat menambah ilmu pengetahuan tentang kesehatan dalam penanganan pertama bagi ada yang sakit di dalam Lapas, Selain itu akan menambah ilmu wawasan dan pengetahuan kesehatan yang bisa dipergunakan ketika nantinya sudah bebas," jelasnya.
Di tempat yang sama, dokter Prabu menerangkan, materi yang disampaikan kepada narapidana kader kesehatan tersebut yakni seputar penanganan pertama dalam menangani apabila ada yang sakit.
"Langkah-langkah penanganan pertama, kami juga memberikan kesempatan praktek langsung penanganan kesehatan dan memberikan kesempatan untuk tanya jawab kepada seluruh peserta pelatihan kader kesehatan ini," tukasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News