Lokal Populer

Penganiayaan Anak Angkat di Ketapang Disebut Kasus Luar Biasa

Sebagaimana dalam pasal 338 ayat (3) KUHP atau penganiayaan yang menyebabkan korban mati sebagaimana pasal 351 ayat (3) KUHP

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Humas Polres Ketapang
DI (34) warga Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat terduga pelaku penganiayaan terhadap anak angkatnya sampai meninggal dunia. Foto Humas Polres Ketapang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - DI (34) warga Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah aniaya anak angkatnya MF yang masih berusia 4 tahun 7 bulan hingga meninggal dunia pada Jumat 18 November 2022 lalu.

Saat diwawancarai, Kapolsek Matan Hilis Selatan Ipda Meinardus menjelaskan, menurut penuturan terduga pelaku yakni ibu angkat korban, dirinya merasa kesal dengan tingkah korban yang sedang bermain di parit tanpa baju dan celana setelah sudah dimandikan.

"DI yang kesal kemudian langsung menarik tangan korban sehingga korban terseret di bongkahan semen yang menyebabkan korban mengalami luka-luka pada bagian wajah kiri dan pantat kanan terkelupas lebar," kata Meinardus menceritakan pengakuan DI, Senin 21 November 2022.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Meinardus menceritakan, korban kembali dimandikan oleh DI dan dipakaikan baju dan celana dalam.

Kemudian korban diangkat oleh DI dengan menggunakan kedua tangan dan dihempaskan di lantai kamar yang terbuat dari kayu yang menyebabkan kepala korban mengalami retak, kemudian pelaku menampar menggunakan telapak tangan pada bagian mulut dan hidung sebanyak dua kali sehingga mengeluarkan darah dari hidung.

"DI juga mencubit dengan cara diputar pada bagian lengan kanan dan lengan kiri masing-masing sebanyak dua kali. DI juga mencubit dengan cara diputar pada bagian perut sebanyak dua kali sehingga mengakibatkan luka kebiruan yang setelahnya korban tergeletak tidak bergerak," ujarnya.

DI yang melihat korban tidak bergerak dan mengetahui sudah meninggal dunia, mencoba untuk bunuh diri dengan cara gantung diri dengan mengikatkan kain biru di kayu yang melintang di kamarnya.

"Namun pada saat itu juga, saksi Isnan selalu adik ipar pelaku datang ke rumah terduga pelaku dan mendapati korban tergeletak sedangkan terduga pelaku mencoba gantung diri namun saat itu juga terselamatkan oleh Isnan yang meminta bantuan tetangga," ujarnya.

Kemudian, keduanya dibawa ke Puskesmas Singkup untuk dilakukan perobatan. Pada saat itu juga dilakukan tindakan medis dan diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia sedangkan pelaku hanya sakit ringan karena percobaan gantung diri.

Terduga pelaku DI terancam dengan tindak pidana pasal 76 C dalam hal anak menjadi mati sebagaimana pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI No. 35 Tahun 2014 atau pasal 5 huruf a mengakibatkan matinya korban sebagaimana dalam pasal 44 ayat 3 UU no 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan.

"Sebagaimana dalam pasal 338 ayat (3) KUHP atau penganiayaan yang menyebabkan korban mati sebagaimana pasal 351 ayat (3) KUHP," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang balita laki-laki MF berusia 4 tahun 7 bulan meninggal dunia di Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

MF meninggal dunia diduga sebagai korban penganiayaan oleh orangtua angkat nya pada Jumat 18 November 2022 sekitar pukul 18.30 Wib.

Kasus penganiayaan tersebut terungkap setelah orangtua kandung korban bersama kepala desa dan warga curiga dengan luka lebam di sekujur tubuh korban saat akan di semayamkam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved