3 Raperda Inisiatif DPRD Sintang Mulai Dibahas, Welbertus: Ini Kemajuan yang Baik

Sejak Senin kemarin, Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) mulai menggelar diskusi publik.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mulai dibahas. Sejak Senin kemarin, Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) mulai menggelar diskusi publik. Diskusi publik digelar selama dua hari, 21-22 November untuk menampung saran dan masukan dari sejumlah pihak terkait dengan tiga raperda inisiatif DPRD Sintang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tiga Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda ) Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mulai dibahas.

Sejak Senin 21 November 2022 kemarin, Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) mulai menggelar diskusi publik.

Diskusi publik digelar selama dua hari, 21-22 November untuk menampung saran dan masukan dari sejumlah pihak terkait dengan tiga raperda inisiatif DPRD Sintang.

Adapun 3 raperda yang menjadi inisiatif DPRD Kabupaten Sintang antara lain: Raperda tentang Penetapan Tanah adat, Mekanisme Penerbitan Surat Pernyataan Tanah, Surat Keterangan Tanah dan Pemanfaatanya; Raperda tentang Pengelolaan Usaha Pembangunan dan Pola Kemitraan Plasma Perkebunan Sawit dan Raperda tentang Perlindungan dan Pelestarian adat Budaya Daerah Kabupaten Sintang.

Banjir Mulai Ganggu Pelayanan Pemerintah Kepada Masyarakat di Sintang

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Sintang, Welbertus mengatakan penyusunan 3 raperda ini merupakan inisiatif dari DPRD Sintang, pihaknya bekerjasama Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura untuk membuat kajian naskah akademik dan membantu menyusun draft perdanya.

“DPRD Kabupaten Sintang Periode 2019-2024 mencoba menginisiasi 3 raperda ini. Saya juga mendapatkan informasi bahwa, sejak 25 tahun terakhir, baru kali ini DPRD Sintang bisa menginisiasi membuat raperda. Ini sebuah kemajuan yang baik tentunya. Dan supaya mendekati sempurna, kami sangat mengharapkan masukan dan saran dari masyarakat,” ujar Welbertus, Selasa 22 November 2022.

Wel berharap, 3 raperda inisiatif Dewan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sintang.

"Kami ingin menerima dan mengakomodir masukan dan saran dari banyak pihak terhadap 3 raperda ini," jelasnya.

781 Jiwa Warga Terdampak Banjir, Lurah Ulak Jaya Sintang Buka Layanan Administrasi di Bawah Jembatan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, Florensius Ronny menyampaikan kemajuan ini menjadi atensi kami di DPRD Sintang.

Menurutnya, DPRD Sintang ingin kemajuan dan modernnya sebuah masyarakat, tanpa harus meninggalkan dan melupakan seni, budaya, dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh para leluhur.

"Kami ingin seni, budaya dan adat istiadat ini tidak tergerus oleh kemajuan jaman saat ini. Maka kami di DPRD Sintang berinisiatif untuk membuat perda tentang Perlindungan dan Pelestarian Adat Budaya Daerah Kabupaten Sintang. Dengan tujuan untuk menjaga, melestarikan dan melindungi Adat Budaya Daerah di Kabupaten Sintang," ungkap Ronny.

Ronny juga berharap, ke depan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga bisa melakukan hal yang sama dengan mengeluarkan Perda untuk melindungi, menjaga dan melestarikan adat dan budaya daerah di Kalbar ini.

"Dan kami di Kabupaten Sintang ingin memulai melakukan upaya tersebut dengan menginisisasi perda ini," jelasnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved