Khazanah Islam

Syarat dan Ketentuan Musafir Dibolehkan Melaksanakan Shalat Jama

misalnya saat saat sedang dalam perjalanan yang sangat jauh dan tidak memungkinkan melakukan shalat pada waktunya.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK
Saat sedang dalam perjalanan bisa tetap shalat fardhu dengan cara dijama’ (digabungkan). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - shalat lima waktu adalah salah satu kewajiban bagi kita sebagai umat muslim yang harus dilaksanakan.

Namun, kadangkala ada sesuatu hal yang menyebabkan seseorang terpaksa untuk tidak melaksanakan shalat wajib tepat pada waktunya,

misalnya saat kita sedang dalam perjalanan yang sangat jauh dan tidak memungkinkan melakukan shalat pada waktunya.

Kendati demikian tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan shalat fardhu karena Islam tidak memberatkan,

Saat sedang dalam perjalanan bisa tetap shalat dengan cara dijama’ (digabungkan)

Arti dan Hikmah Nikah dalam Islam Lengkap Golongan Perempuan yang Haram Dinikahi

Hal itu merupakan rukhsah (keringanan) yang diberikan Allah SWT agar manusia tidak meninggalkan shalat fardhu walau dalam keadaan apapun,

Sebab Allah tidak menghendaki kesukaran pada hamba-Nya.

Apa itu shalat Jama'?

Shalat jama’ adalah shalat yang digabungkan, maksudnya menggabungkan dua shalat fardlu yang dilaksanakan pada satu waktu.

Misalnya menggabungkan shalat Dzuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur atau pada waktu Ashar.

Atau menggabungkan shalat Maghrib dan Isya’, dikerjakan pada waktu Maghrib atau pada waktu Isya’.

Sedangkan shalat Shubuh tetap pada waktunya tidak boleh digabungkan dengan shalat lain.

Hukum mengerjakan shalat jama’ adalah mubah (boleh) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.

Hukum mengerjakan shalat jama’ adalah dibolehkan (mubah) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.

Apa Arti Bugah? Arti dan Penjelasan Cara Pemimpin yang Sah Menangani Aksi Pemberontakan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved