Sekda Yusran Puji Eksistensi Majelis Zikir dan Salawat

Karena menurutnya, keberadaan majelis zikir sangat relevan dengan upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sekda Yusran Anizam saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad bersama Majelis Zikir dan Selawat Ashhabul Mahabah Warasuli di Kompleks Dina Citra Jalan Karya, Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, pada Sabtu 19 November 2022 malam 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Sekda Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengapresiasi eksistensi majelis-majelis zikir dan salawat di Kubu Raya.

Karena menurutnya, keberadaan majelis zikir sangat relevan dengan upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah.

Sebab majelis zikir dapat membentengi masyarakat dari hal-hal negatif sekaligus menjadi wadah bersatunya berbagai elemen warga melalui kegiatan keagamaan.

“Bagaimana majelis-majelis zikir harus ditumbuhkembangkan sebab banyak sekali permasalahan yang kita hadapi di masyarakat. Hal itu dikarenakan tidak terbangunnya majelis-majelis seperti ini. Nah, dengan adanya majelis zikir, silaturahmi tetap terjaga dan dengan silaturahmi itulah kita bisa bersama-sama saling membangun dan membantu sehingga apa yg diprogramkan pemerintah daerah ini bisa kita sukseskan,” tutur Yusran Anizam saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad bersama Majelis Zikir dan Selawat Ashhabul Mahabah Warasuli di Kompleks Dina Citra Jalan Karya, Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, pada Sabtu 19 November 2022 malam.

Dan Sekda Yusran juga mengatakan untuk membangun Kubu Raya itu membutuhkan proses. Sebab Kubu Raya memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar. Karena itu, butuh kerja sama dari semua pihak untuk menyukseskan jalannya pembangunan daerah.

8 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Pontianak dan Kubu Raya

Update Klasemen Medali Porprov Kalbar 2022, Pontianak Tak Terbendung Kubu Raya Semakin Merosot

Maka dirinya mengajak semua pihak untuk ikut mengawal pembangunan dengan tujuan akhir mencapai masyarakat bahagia dengan nilai-nilai religius yang tetap terjaga.

“Kita berterima kasih dengan adanya majelis zikir dan selawat. Kita mendapat banyak sekali pelajaran dari majelis zikir dan selawat ini. Bahwa majelis ini syiarnya sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Lebih jauh Yusran mengatakan eksistensi majelis zikir dan selawat merupakan satu di antara implementasi dari visi religius Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, ia berterima kasih kepada berbagai pihak yang aktif melaksanakan kegiatan zikir dan selawat maupun majelis-majelis ilmu lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad. Ini merupakan bagian implementasi dari apa yg diprogramkan oleh pemerintah kabupaten dengan visi bahagia, bermartabat, terdepan, berkualitas, dan religius. Ada konsep religius yang menjadi visi misi pemerintah daerah,” ucapnya.

Dan Menyikapi dinamika permasalahan sosial di masyarakat, Sekda Yusran mengingatkan majelis zikir dan salawat ini untuk terus aktif ikut andil. Utamanya dalam melindungi generasi dari setiap hal yang punya daya rusak.

“Luar biasa permasalahan yang kita hadapi baik di lokal maupun pengaruh dari global. Mari perbanyak istigfar, sedekah, dan selawat. Karena ketiga hal ini yang akan mengantarkan kita menuju kesuksesan ke depannya,” ajak Sekda Kubu Raya ini. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved