Lokal Populer

Sebanyak 67 Credit Union Sampaikan Pernyataan Sikap dan Penolakan Terhadap RUU PPSK

koperasi merupakan organisasi berbasis orang (people-based association) yang berbeda dengan korporasi berbasis kumpulan modal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Ketua Pengurus KSP Pusat Simpan Pinjam Bumi Borneo Marsianus Syarib saat menyampaikan pernyataan sikap penolakan RUU PPSK di Kantor Puskopdit Jalan Imam Bonjol, Gang H Mursyid pada Kamis, 17 November 2022. (Maskartini) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gerakan Koperasi Credit Union Kalimantan Barat menyampaikan pernyataan sikap dan Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK).

Pernyataan sikap yang berlangsung di Kantor Puskopdit Jalan Imam Bonjol, Gang H Mursyid pada Kamis 17 November 2022 ini dihadiri perwakilan empat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dengan ratusan ribu anggota yang tersebar hingga ke pelosok desa.

Ketua Pengurus KSP Pusat Simpan Pinjam Bumi Borneo Marsianus Syarib, Ketua Pengurus KSP Puskop Credit Union Indonesia Marselus Sunardi, Ketua Pengurus Puskop Credit Khatulistiwa Stefanus Masiun, dan Ketua Pengurus KSP Puskopdit Kapuas Hendriyatmoko.

"Pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas RUU PPSK. Setelah mempelajari RUU tersebut, Kami, Gerakan Koperasi Credit Union Kalbar menyatakan sikap sebagai bentuk penolakan," ujar Ketua Pengurus KSP Pusat Simpan Pinjam Bumi Borneo Marsianus Syarib.

Wali Kota Pontianak Perbolehkan Nobar Piala Dunia, Jagokan Inggris dan Argentina

Pertama, Gerakan Koperasi Menolak Sepenuhnya RUU PPSK Tahun 2022.

RUU ini dalam pembentukannya telah cacat secara proses dengan mengabaikan azas penyusunan atau pembentukan Undang-Undang. Yaitu tidak pernah melibatkan Gerakan Koperasi dan secara substansi telah melanggar prinsip-prinsip dasar koperasi.

Kedua, Menolak segala bentuk Diskriminasi dan ‘aksi polisionil’ terhadap gerakan koperasi oleh pihak manapun.

Ketiga, Mengundang para penyusun RUU PPSK tahun 2022 (Presiden RI dan Ketua DPR RI) untuk segera datang ke Kalimantan Barat berdiskusi dengan Gerakan Koperasi Credit Union Kalbar.

"Kami menangkap RUU ini ada tikus, lumbungnya dibakar. Gara-garanya 8 yang bermasalah sehingga muncul undang-undang ini, terkesan seperti itu. Kami belum melihat sisi baik dari pengalihan ke OJK, kami juga belum melihat OJK mampu membina dibawah binaannya. Banyak yang tiba-tiba koleps, CU menjadi terdampak karena kegagalan OJK membina," ujar Marsianus.

Marsianus mengatakan jikapun ada isu di beberapa CU, hanya sebatas dimintai keterangan.

"Belum ada tuduhan, saya berani jamin belum ada satu anggota CU pun yang dirugikan. Jika ada, silakan datang. Kami katakan cacat karena sejauh ini belum ada pembicaraan terkait RUU ini dengan Gerakan Koperasi seluruh Indonesia," ujarnya.

Tiga Alasan Penolakan

Sebanyak 67 Credit Union yang tergabung dalam 4 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kalbar menyampaikan pernyataan sikap dan Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK).

Ketua Pengurus KSP Pusat Simpan Pinjam Bumi Borneo Marsianus Syarib saat press release dan penyampaian pernyataan sikap mengatakan ada tiga alasan penolakan RUU PPSK yang sedang dibahas pemerintah dan DPR.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved