Lokal Populer

Deklarasi Open Defecation Free Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat di Mempawah

sanitasi merupakan kebutuhan pokok umat manusia yang sangat penting, karena sanitasi yang tidak layak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang seri

Penulis: Ramadhan | Editor: Destriadi Yunas Jumasani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. Prokopim Pemkab Mempawah
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menghadiri Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan Desa Sungai Dungun Kecamatan Sungai Kunyit dan Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir, di Mempawah Convention Center (MCC) Kamis 17 November 2022. (Dok. Prokopim Pemkab Mempawah) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menghadiri Deklarasi Open Defecation Free ( ODF ) atau stop buang air besar sembarangan Desa Sungai Dungun Kecamatan Sungai Kunyit dan Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir, di Mempawah Convention Center (MCC) Kamis 17 November 2022.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah, Rudi Hartono, menyampaikan sanitasi merupakan kebutuhan pokok umat manusia yang sangat penting, karena sanitasi yang tidak layak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

"Proses verifikasi perlu dilakukan untuk memastikan perubahan perilaku masyarakat di desa maupun kelurahan," katanya.

Wendri Harap Kontingen Porprov Mempawah dengan Kekuatan 684 Orang Bisa Berikan yang Terbaik

Rudi melanjutkan berbagai proses telah dilakukan sebelum deklarasi ODF yang telah memenuhi lima pilar yaitu Open Defecation Free (ODF), penerapan cuci tangan pakai sabun ( CTPS ), Pengelolaan makanan minuman aman di rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

"Desa deklarasi merupakan salah satu pilar STBM yaitu Open Defecation Free," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses verifikasi merupakan rangkaian yang dilakukan oleh tim verifikator terhadap pernyataan terjadinya perubahan perilaku di masyarakat, karena derajat kesehatan masyarakat merupakan indikator kemajuan suatu daerah.

Upaya Pembangunan Kesehatan

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menyampaikan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari fisik, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif, kesehatan adalah salah satu nikmat dari Allah SWT yang harus kita syukuri.

UUD 1945 pasal 28 disebutkan bahwa kesehatan merupakan hal dasar setiap individu dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Perlu diakui bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan," terang Muhammad Pagi, Jumat 18 November 2022.

Rengkuh 10 Emas, Tim Selam Mempawah Sukses Keluar Sebagai Juara Umum Porprov Kalbar 2022

Muhammad Pagi menegaskan bahwa pembangunan kesehatan meliputi berbagai sektor, di antaranya adalah sektor penyehatan lingkungan upaya dalam pembangunan kesehatan yaitu sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Dikatakannya STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan, strategi tersebut disusun dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat serta mengimplementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan.

"Dengan program STBM diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya serta menurunnya angka stunting," tegasnya.

Muhammad Pagi melanjutkan saat ini masih banyak ditemukan perilaku buang air besar di sembarang tempat yang diakibatkan oleh tingkat sosial ekonomi yang rendah, pengetahuan di bidang kesehatan lingkungan yang kurang dan kebiasaan buruk dalam pembuangan tinja.

"Jadi dengan program Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan, merupakan upaya pembangunan kesehatan masyarakat," terangnya.

Data Dinas Kesehatan PP KB Kabupaten Mempawah periode Januari hingga Oktober tahun 2022 diketahui terdapat sekitar 10 persen atau 6.468 rumah tangga yang berperilaku masih buang air besar di sembarang tempat.

"Perlu dilakukan pemicuan dengan tujuan mendorong terjadinya perubahan perilaku dan paradigma kesehatan agar masyarakat terbebas dari buang air di sembarang tempat," ajaknya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved