Kalbar Surplus Beras, Gubernur Ingatkan Perusahaan yang Lakukan Praktek Pengoplosan Beras

Sutarmidji juga menyampaikan bahwa Kalbar saat ini surplus beras, seharusnya masyarakat mengkonsumsi beras hasil petani.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur dan Forkopimda usai Rapat bersama Forkopimda membahas isu-isu Aktual terkait Persiapan Pelaksanaan BIMP EAGA, Pengendalian Inflasi dampak Kenaikan BBM dan Penanganan Banjir , Bertempat Hotel Mercure, Rabu 16 November 2022.// ANG 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan bahwa dalam penanganan inflasi Kalbar sudah bagus bahkan mendapatkan apresiasi berupa dana insentif dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 10,8 miliar rupiah.

Tak hanya Pemprov Kalbar juga di Kota Singkawang, Kota Pontianak dan Kabupaten Sintang juga mendapatkan apresiasi tersebut.

“Ini menunjukkan penanganan inflasi kita sudah sangat bagus. Dana Insentif Daerah yang kita dapatkan dari penanganan inflasi kita gunakan untuk program padat karya, operasi pasar lalu sebagian besar digunakan untuk sembako bagi masyarakat ada sekitar 40 ribu paket yang siap dibagi untuk kepentingan masyarakat,” ujar Sutarmidji.

Hal itu disampaikannya usai Rapat bersama Forkopimda membahas isu-isu Aktual terkait Persiapan Pelaksanaan BIMP-EAGA, Pengendalian Inflasi dampak Kenaikan BBM dan Penanganan Banjir , Bertempat Hotel Mercure, Rabu 16 November 2022.

Gubernur Sutarmidji Sebut Isu Ekonomi dan Lingkungan Jadi Pembahasan Utama di Forum BIMP-EAGA Ke-25

Kalbar Surplus Beras 346.648 Ton di Tengah Ancaman Krisis Pangan Dunia

Sutarmidji juga menyampaikan bahwa Kalbar saat ini surplus beras, seharusnya masyarakat mengkonsumsi beras hasil petani.

“Saya ingatkan karena kita sekarang surplus beras, masyarakat harusnya konsumsi beras dari petani kita, takutnya sekarang banyak yang mengoplos beras,” ungkapnya.

Sutarmidji ingatkan perusahaan yang suka mengoplos beras untuk berhati-hati, sebab dikatakanya ia sudah tau akan hal itu.

“Kita sudah tahu kalau masih dilakukan tunggu saja waktunya. Di Pontianak ada praktek itu (pengoplosan beras),” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved