Warga Putussibau Manfaatkan Kondisi Banjir di Kapuas Hulu Untuk Mencari Ikan

Warga Putussibau, M. Fiqri menyatakan, kalau dirinya sudah biasa memasang pukat untuk mencari ikan di kondisi banjir seperti ini.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
Warga Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu saat memanfaatkan kondisi banjir menangkap atau mencari ikan, dengan memasang pukat atau jaringan ikan, di Teluk Barak Jalan Kalimantan, Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Selasa 15 November 2022. FOTO: SAHIRUL HAKIM/TRIBUN PONTIANAK 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Warga Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu memanfaatkan kondisi banjir menangkap atau mencari ikan, dengan memasang pukat atau jaringan ikan, Selasa 15 November 2022.

Warga Putussibau, M. Fiqri menyatakan, kalau dirinya sudah biasa memasang pukat untuk mencari ikan di kondisi banjir seperti ini.

"Lumayan untuk lauk di rumah," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 15 November 2022.

Biasa ikan yang didapat jelas Fiqri, seperti ikan seluang, ikan tenggadak, ikan bauk, dan ikan langkung yang anaknya.

"Saya pasang pukat ukuran 2 inc atau pukat seluang," ucapnya.

Terhambat Banjir, Penyerapan Anggaran Pemda Kapuas Hulu tahun 2022 Tidak Maksimal

Kapuas Hulu Permalukan Kayong Utara Empat Gol Tanpa Balas di Cabor Sepak Bola Porprov Kalbar

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini kondisi banjir di daerah Putussibau cukup dalam dari 1-3 meter, sehingga merendam sejumlah ruas jalan, perumahan warga dan bangunan lain.

"Mudah-mudahan kondisi banjir segera berangsur surut," ungkapnya.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, kondisi banjir saat ini sudah meluas ke 11 kecamatan, akibatnya sudah merendam 3.612 rumah penduduk.

"Kami telah menyiagakan Posko Komando Satgas Batingsor dan meminta para camat menyiapkan posko pengungsian," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kapuas Hulu saat ini banjir di 59 desa tersebar di 11 kecamatan yang merendam 3.612 rumah penduduk dan tercatat sebanyak 10.758 kepala keluarga dengan jumlah 32.555 jiwa terdampak banjir.

Adapun 11 kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Badau, Batang Lupar, Suhaid, Sekitar, Selimbau, Silat Hilir, Jongkong, Bunut Hilir, Embaloh Hilir, Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.

"Banjir tidak hanya merendam pemukiman penduduk, tetapi sejumlah fasilitas umum lainnya juga ikut teredam, seperti terputusnya akses jalan di beberapa kecamatan dan desa, gedung sekolah dan juga rumah ibadah serta fasilitas kesehatan baik di kecamatan mau pun di desa," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved