Apresiasi Festival Budaya Kalbar 2022, Ketua DPD ASITA Harap Event Libatkan Semua Pihak

"Semuanya harus terlibat di dalamnya tidak hanya asosiasi, selebgram, fotografer, media, komunitas agar dapat perhatian. Tujuan festival itu kan kita

Penulis: Maskartini | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Ifan
Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Barat (Kalbar), Ifan Ronaldo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Barat (Kalbar), Ifan Ronaldo mengapresiasi terselenggaranya Festival Budaya Kalbar 2022 yang rangkaiannya digelar hingga 13 November 2022.

"Festival adalah sebuah acara rakyat yang ditujukan untuk publik. Harusnya melibatkan semua, festivalnya udah benar tapi caranya belum optimal. Harusnya sebuah festival, penyelenggaraan mengundang seluruh masyarakat," ujarnya Minggu 13 November 2022.

Sebagai asosiasi yang bergerak dibidang pariwisata, Ifan mengaku harusnya penyelenggara acara melibatkan sebuah komponen, semua suku misalnya ketua adatnya, termasuk asosiasi lembaga.

"Semuanya harus terlibat di dalamnya tidak hanya asosiasi, selebgram, fotografer, media, komunitas agar dapat perhatian. Tujuan festival itu kan kita dapat perhatian. Bagian-bagian pariwisata, komponen-komponennya itu kan salah satu atraksi wisata festival itu," ujarnya.

Masyarakat Antusias Cek Gula Darah Hingga Konsultasi Kesehatan Gratis di Pramita

Ifan mengatakan, contoh pengembangan wisata Kota Tua yang merupakan kearifan lokal, budaya karakteristik unik dari budaya lampau akan terlaksana dengan peran semua stakeholder sehingga destinasi yang diharapkan dapat terwujud.

"Kenapa kita harus terlibat, karena budaya adalah bagian pariwisata, kearifan lokal tidak bisa dipisahkan. Itu bagian besar dari sebuah komponen pariwisata, mereka nggak bisa pisahkan. Itu bukan hanya masuk ke dalam sebuah upaya pendidikan saja tapi orang berwisata itu sebagian besar ingin melihat budaya sebuah daerah tersebut," ujarnya.

Ia pun memberi saran dan masukan kedepannya, apabila pemerintah membuat sebuah festival budaya mutlak melibatkan semua pihak. Apalagi kata Ifan, dana yang dianggarkan adalah milik rakyat.

"Tujuannya kan mencari perhatian publik, andai melibatkan semua pihak seperti pegiat wisata, komunitas, hingga media dan fotofer sehingga banyak mendapatkan perhatian masyarakat, jadi poinnya dapat," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved