Lokal Populer

Perjuangkan Asuransi Kecelakaan, Keluarga Korban Datangi Kantor Sriwijaya Air

ganti rugi tersebut akan dikeluarkan apabila pihak keluarga korban menyetujui perjanjian dengan pihak asuransi, di bawah maskapai Sriwijaya

Tribunnews.com
Ilustrasi dan Info Grafis Sriwijaya Air SJ182 Jatuh ke Laut - Fakta Baru Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, Perintah di Ketinggian 11.000 Kaki Ungkap Misteri 9 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta - Pontianak di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 lalu, mendatangi kantor Sriwijaya Air.

Secara terpisah, keluarga korban datangi kantor pusat Sriwijaya Air yang ada di Jakarta, dan satu keluarga korban lainnya, yakni Rafiq Yusuf Al Idrus datangi kantor Sriwijaya Air yang ada di Jalan Imam Bonjol Kota Pontianak, Jumat 11 November 2022.

Rafiq Yusuf Al Idrus, suami dari almarhumah Panca Widiya Nursanti satu diantara penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut, menjelaskan tujuan kedatangannya ke kantor Sriwijaya Air Pontianak.

“Tujuan kita datang ke kantor Sriwijaya yang ada di Pontianak, salah satunya kita memperjuangkan asuransi dari pihak maskapai yang diatur oleh aturan Pemerintah Indonesia sebagai ganti rugi pihak maskapai kepada keluarga korban, senilai 1 miliar 250 juta,” ujarnya kepada Tribun Pontianak pada Jumat 11 November 2022 siang.

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Ngadu ke KSP Bidang Aviasi

Menurut penuturannya, sejauh ini berdasarkan informasi yang dirinya dapatkan dari pihak maskapai, ganti rugi tersebut akan dikeluarkan apabila pihak keluarga korban menyetujui perjanjian dengan pihak asuransi, di bawah maskapai Sriwijaya.

“Kita akan dikasihkan dengan informasi kita tidak boleh menuntut boing. Nah itu yang kita tidak mau menandatangani untuk mendapatkan ganti rugi yang dimaksud,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pihak bersangkutan mau memberikan ganti rugi tanpa adanya persyaratan internal antara pihak asuransi  dibawah maskapai dengan keluarga korban.

“Sedangkan asuransi ganti rugi dari Sriwijaya dan RnD yang sampai hari ini kita belum mau tanda tangan, dikarenakan ada syarat tertentu yang mereka tetapkan untuk keluarga korban, kita masih tidak mau,” ungkapnya.

Terakhir, Rafik tak menyalahkan pihak Sriwijaya Air Pontianak, pasalnya pimpinan baru di kantor tersebut merupakan orang baru, sehingga tak dapat memberikan komentar atas apa yang menjadi tuntutannya.

 “Ya mungkin diakan orang baru dan tidak berwenang dalam memberikan suatu statment, ya memang benar juga sih, itu memang urusan daripada Sriwijaya pusat,” tutupnya.

Mengadu ke KSP

Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 mendatangi Kantor Staf Kepresidenan pada Kamis, 10 November 2022 di Jakarta.

Kedatangan para ahli waris tersebut diterima oleh Warsono, KSP Bidang Aviasi. Para keluarga korban menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak Sriwijaya Air.

Fakta Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, Perintah di Ketinggian 11.000 Kaki Ungkap Misteri 9 Januari 2021

Selain merasa dirugikan dengan syarat pencairan santunan kecelakaan, keluarga korban merasa ditekan, supaya mau menandatangani RnD. Bahkan, keluarga korban yang berada di Sintang, Kalimantan Barat, merasa putus komunikasi dengan pihak maskapai.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved