MTQ Kalbar 2022

Farhan Akan Hadiahkan Tanah dan Bangunkan Rumah untuk Salah Satu Qariah Tunanetra Ketapang

Farhan juga mempersilakan kepada masyarakat Ketapang khususnya, yang ingin ikut memberikan bantuan untuk mewujudkan rumah impian Wanodiah.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Foto Prokopim Setda Ketapang
Wakil Bupati Ketapang Farhan bersama Istri saat mengunjungi salah satu qariah tunanetra Ketapang Wanodiah di penginapan kafilah Kabupaten Ketapang di Jalan Agus Salim, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang. Jumat 11 November 2022. Foto Prokopim Setda Ketapang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, SE., M.Si secara pribadi akan memberikan bantuan sebidang tanah serta membangunkan rumah kepada salah satu qariah tunanetra Ketapang Wanodiah.

Hal itu disampaikan Farhan yang juga selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Ketapang saat berkunjung ke penginapan para kafilah Kabupaten Ketapang di Hotel Patra Ista 01, Jumat 11 November 2022.

"Saya sudah mendapat laporan kalau salah satu rumah kafilah kita itu tidak layak. Yang kedua saya mendengar tanah nya itu menumpang. Untuk itu, kedatangan saya hari ini khususnya, untuk menemui para kafilah mohon maaf dari cabang tunanetra," kata Farhan, Jumat 11 November 2022.

Dalam kesempatannya, Farhan juga mempersilakan kepada masyarakat Ketapang khususnya, yang ingin ikut memberikan bantuan untuk mewujudkan rumah impian Wanodiah.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar Nilai MTQ Kalbar 2022 Ajang Silaturahmi dan Seleksi Kafilah Terbaik

Setelah ini, dirinya akan langsung mengurus administrasi tanah miliknya yang ada di daerah Dalong, Sukaharja untuk diberikan ke Wadoniah.

Optimis Raih Juara Umum, 19 Kafilah Pontianak Melaju ke Final MTQ Tingkat Provinsi

"Untuk membangun fisik rumah, kami bersama LPTQ beserta rekan-rekan yang lain barangkali ada masyarakat yang ingin membantu kami persilakan. Tapi kami bertanggung jawab sampai selesai pembangunan rumah ini," tegas Farhan.

Sementara itu, salah satu qariah tunanetra asal Kabupaten Kayong Wanodiah mengaku selama ini ia tinggal bersama suami dan dua anaknya menumpang di lahan milik orang lain.

Untuk keperluan sehari-hari, ia bekerja sebagai tukang urut dan terkadang juga mendapat bantuan dari masyarakat sekitar atau kerabatnya.

"Kami buat tempat tinggal di daerah rangge sentap sudah jalan 4 tahun. Iya, menginginkan tempat tinggal sendiri," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved