Lokal Populer

Potensi Hujan Dengan Intensitas Tinggi BPBD Siaga Potensi Bencana Banjir

Daniel menjelaskan sejumlah fasilitas sosial dan umum seperti, Jalan Raya dan Rumah Sakit dikabarkan juga terdampak akibat banjir ini

Dok. Polres Singkawang
Personel Satlantas melakukan patroli di ruas jalan terendam dan pemukiman warga mengalami banjir, Minggu 6 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel menjelaskan sedikitnya delapan kelurahan dan tiga Kecamatan terdampak banjir di Kota Singkawang.

Adapun kelurahan yang terdampak antara lain yakni Pasiran, Sedau, Sagatani, Sejangkung , Condong, Bukit Batu, dan Sekip Lama.

"Korban terdampak akibat banjir adalah sejumlah kurang lebih 1.000 KK, dan 2.500 jiwa korban banjir mengungsi ke rumah keluarga, kerabat terdekat, masjid dan posko pengungsian," ujarnya pada Minggu 6 November 2022.

Daniel menjelaskan sejumlah fasilitas sosial dan umum seperti, Jalan Raya dan Rumah Sakit dikabarkan juga terdampak akibat banjir ini.

Anggota DPRD Kalbar Berang Kota Singkawang Disebut Destinasi Wisata Seks WNA di Indonesia

Ia menyebutkan bahwa BPBD telah melakukan upaya-upaya penanganan akibat banjir ini. Selain itu pihaknya terus melakukan langkah-langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait atas banjir ini.

"Upaya BPBD langsung monitor ke lokasi bersama relawan meningkatkan koordinasi kepada tiga pilar tingkat kecamatan dalam penanganan/pengamanan warga di lapangan, membawa kendaraan pickup dan perahu polietilent,"

"Berkonsultasi serta mohon arahan kepada Kepala Daerah dan melaporkan kepada BPBD Kalbar dan BNPB," ucap Daniel.

Ia melanjutkan, ketinggian banjir saat ini mencapai sekitar 50 - 90 cm. Ia pun memastikan pihaknya terus siaga terhadap kondisi banjir mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi.

"Ketinggian air +/- 50 cm s/d 90 cm, petugas tetap siaga dikarenakan ramalan cuaca awan masih berwarna merah dari arah selatan," tutupnya.

Sejumlah permukiman di Kelurahan Condong kembali tergenang banjir. Ketua Tagana Singkawang, Fery Samson menerangkan, evakuasi korban banjir sudah dilakukan sejak Sabtu 5 November 2022.

Dari jumlah warga yang mengungsi tersebut terdapat satu bayi yang baru berusia 9 hari ikut di evakuasi. eski harus ikut dievakuasi ke tempat pengungsian, Samson menerangkan saat ini kondisi bayi tersebut masih dalam keadaan sehat.

"Sementara ini bayi tersebut kita layani seadanya dulu dan selalu kita pantau selama 24 jam, sambil kita melakukan koordinasi dengan dinas terkait," ujarnya.

Dia berharap tidak ada penambahan warga yang di evakuasi, dan semoga intensitas curah hujan tidak meningkat supaya banjir cepat surut.

Rumah Sakit Terendam Banjir

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved