Hujan Intensitas Tinggi dan Lama, Kota Singkawang Kembali Terendam Banjir

"Korban terdampak akibat banjir ini adalah sejumlah +/- 1000 KK, dan +/- 2500 jiwa korban banjir mengungsi ke rumah keluarga, kerabat terdekat, Masjid

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. BPBD Kalbar
Dokumentasi Banjir di Kota Singkawang. Tampak pengendara berusaha melintasi jalan yang telah tergenang air. Minggu dinihari, 6 November 2022.pak pengendara berusaha melintasi jalan yang telah tergenang air. Minggu dinihari, 6 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Hujan dengan Intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama sejak Sabtu siang, 5 November 2022 hingga Minggu dinihari, 6 November 2022 telah menyebabkan banjir kembali melanda disejumlah titik di Kota Singkawang.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa sedikitnya 8 kelurahan dan 3 kecamatan, terdampak akibat banjir yang menerjang Kota Singkawang.

"Lokasi Kejadian, Kel Pasiran Kec Singkawang Barat. Kelurahan Sedau, Kel Sagatani, Kel Sejangkung Kecamatan Singkawang Selatan. Dan Kel Condong, Kel Bukit Batu, Kel Roban, Kel Sekip lama, Kel Sei Wie Kec Singkawang Tengah," ucap Daniel. Minggu, 6 November 2022.

"Korban terdampak akibat banjir ini adalah sejumlah +/- 1000 KK, dan +/- 2500 jiwa korban banjir mengungsi ke rumah keluarga, kerabat terdekat, Masjid & Posko pengungsian," ucapnya.

Banjir Memutus Ruas Jalan Sedau, Sejumlah Pemukiman Terendam

Selain itu, ia juga menjelaskan sejumlah fasilitas sosial dan umum seperti, Jalan Raya dan Rumah Sakit dikabarkan juga terdampak akibat banjir ini.

Ia menyebutkan bahwa BPBD telah melakukan upaya-upaya penanganan akibat banjir ini. Selain itu ia juga mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan langkah-langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait atas banjir ini.

"Upaya BPBD langsung monitor ke lokasi bersama relawan meningkatkan koordinasi kepada tiga pilar tingkat Kecamatan dalam penanganan/pengamanan warga di lapangan, membawa kendaraan pickup dan perahu polietilent."

"Berkonsultasi serta mohon arahan kepada Kepala Daerah dan melaporkan kepada BPBD Kalbar dan BNPB," ucap Daniel.

Ia melanjutkan, ketinggian banjir saat ini mencapai sekitar 50 - 90 cm. Ia pun memastikan bahwa pihaknya akan terus siaga terhadap kondisi banjir ini mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi.

"Ketinggian air +/- 50 cm s/d 90 cm, petugas tetap siaga dikarenakan ramalan cuaca awan masih berwarna merah dari arah selatan," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved