Hilang 13 Hari di Hutan, Abdul Saman Warga Boyan Tanjung Kapuas Hulu Ditemukan Masih Hidup

Sedangkan kronologis awal korban bisa menghilang di hutan, pada Sabtu 22 Oktober 2022, Abdul Saman berangkat pamit untuk bekerja.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
Korban orang hilang Abdul Saman saat terbaring lemah di kasur, dimana selama 13 hari hilang di hutan, akhirnya ditemukan oleh masyarakat yang mencarinya, Jumat 4 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Kapolsek Boyan Tanjung, Iptu Dony, membenarkan penemuan orang hilang di Desa Nanga Jemah, Kecamatan Boyan Tanjung, pada Kamis 3 November 2022 pukul 17.30 WIB.

"Orang hilang tersebut bernama Abdul Saman, hilang di hutan sejak tanggal 22 Oktober 2022 kemarin, dan ditemukan pada Kamis 3 November 2022. Jadi sekitar 13 hari ini yang bersangkutan baru ditemukan hilang di hutan," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat 4 November 2022.

Dony menjelaskan bahwa, Abdul Saman saat ini kondisi sehat sudah dibawa ke keluarganya di Dusun Riam Gula Rt. 001/Rw. 001, Desa Nanga Jemah Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca juga: Disdikbud Kapuas Hulu Belum Terima Informasi Penerimaan Guru PPPK

"Pada saat temukan korban kondisi lemah dan pucat, dan sekarang sudah memulai membaik dan sehat. Diketahui bersama korban adalah sedikit termasuk tidak normal seperti orang biasanya," ucapnya.

Sedangkan kronologis awal korban bisa menghilang di hutan, pada Sabtu 22 Oktober 2022, Abdul Saman berangkat pamit untuk bekerja.

Setelah sampai di lokasi tempat kerja beberapa hari kemudian didapat bahwa korban sudah tidak berada di camp penginapan, atau sudah tidak bersama-sama dengan kawan yang lainnya.

Sehingga kawan-kawan korban mencari keberadaan dimana, terus dilaporkan ke pihak keluarga kalau korban hilang, sehingga terus dicari di hutan kemana keberadaan Abdul Saman tersebut.

Pada Selasa 1 November 2022 keluarga, beserta warga masyarakat, tokoh adat agama dan orang pintar berangkat melakukan pencarian kembali yang berjumlah kurang lebih berjumlah 13 orang, dengan membawa peralatan dan perbekalan yang cukup untuk pencarian semingguan.

Kemudian pada tanggal 3 November 2022 sekitar pukul 15.30 WIB, korban berhasil di temukan di hutan dalam kondisi kaki luka-luka, dan sudah berulat, tetapi masih dalam keadaan hidup dan lemas. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved