Maut Pistol Polantas
PKC PMII Kalbar Minta Kasus Korban Tertembak Ditindaklanjuti Secara Profesional
"Sungguh miris dan sangat disayangkan tindakan kurangnya kehati-hatian dalam membersihkan senjata sehingga menewaskan korban jiwa," ujarnya.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabar duka yang menimpa seorang warga Kota Pontianak bernama Soewardi karena kepalanya tertembus peluru nyasar dari pistol salah satu anggota Satlantas Polresta Pontianak hingga korban meninggal dunia.
Kejadian tersebut di simpang empat lampu Tanjungpura (Garuda) Pontianak Kalimantan Barat pada Rabu 2 November 2022.
Menanggapi dengan peristiwa yang menelan korban jiwa itu, aktivis dari mahasiswa angkat bicara.
Wakil Ketua Bidang Eksternal PKC PMII Kalbar Mustakim Lespatih menyampaikan, bahwa pihaknya sangat miris ketika mendapat kabar tersebut.
Baca juga: Suasana Rumah Duka Soewardi Korban Peluru Nyasar, Dikenal Sosok Pria yang Ramah dan Ayah yang Baik
Untuk itu, pihaknya meminta agar kasus tersebut bisa diusut tuntas agar tidak terulang lagi.
"Sungguh miris dan sangat disayangkan tindakan kurangnya kehati-hatian dalam membersihkan senjata sehingga menewaskan korban jiwa," ujarnya.
"Hal sedemikian jangan sampai terulang kembali dan kita minta kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti kasus secara profesional sesuai dengan prosedur undang-undang yang berlaku," ungkapnya.
Pihaknya juga meminta agar pihak kepolisian tetap menindaklanjuti dengan profesional dan transparan sehingga tidak menimbulkan masalah baru nantinya.
Pihaknya juga menyampaikan, ucapan dukanya atas musibah yang menimba korban tersebut.
"Kita menghaturkan turut berduka cita yang mendalam terhadap keluarga korban yang di tinggalkan semoga diberikan ketabahan," ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News