Naga 4,6 Ton Dipasang di Gerbang Cap Go Meh Batas Singkawang-Bengkayang

Ornamen naga seberat 4,6 ton dipasang di gerbang Cap Go Meh batas wilayah Singkawang-Bengkayang, Selasa 1 November 2022.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKI KURNIA
Proses pemasangan ornamen naga di gerbang Cap Go Meh, batas wilayah Singkawang-Bengkayang di Kelurahan Sedau, Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa 1 November 2022. Pemasangan ornamen naga seberat 4,6 ton ini diperkirakan rampung akhir November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ornamen naga seberat 4,6 ton dipasang di gerbang Cap Go Meh batas wilayah Singkawang-Bengkayang, Selasa 1 November 2022.

Naga itu terbuat dari baja yang terbagi menjadi empat bagian.

Mulai dari kepala, leher, badan dan ekor.

Dengan bobot dan ukuran yang begitu besar, pekerja harus menggunakan mobil crane untuk memasang bagian ornamen naga tersebut satu per satu ke Gerbang Cap Go Meh.

Pembangunan Gerbang Megah Cap Go Meh di Batas Singkawang-Bengkayang Segera Rampung

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan pembangunan gerbang Cap Go Meh sudah mencapai 90 persen.

Khusus pemasangan ornamen naga diperkirakan selesai akhir November.

"Kami harapkan bisa segera diresmikan," katanya.

Pembangunan gerbang megah saat ini juga dilakukan di Singkawang Utara, batas wilayah dengan Sambas.

Gerbang itu dinamankan Mahligai Pesisir.

Bangunannya memiliki gaya arsitektur khas Melayu yang menggambarkan Istana Alwatzikhoebillah.

Sedangkan di Singkawang Timur, gerbang megah diberi nama Tama Ka' Lawakng yang bermakna "Silahkan Masuk ke Gerbang'.

Gerbang Tama Ka' Lawakng ini didesain dengan arsitektur khas Dayak, yakni Rumah Panjang dan ornamen patung Dayak dalam tampilan kekinian. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved