BMKG: Kalbar Terdampak Tidak Langsung Siklon Tropis NALGAE
Diprakirakan cuaca wilayah Kalbar masih dipengaruhi oleh adanya Siklon tropis NALGAE yang saat ini berada sekitar wilayah Laut Cina Selatan dan dan Bi
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas I Supadio Pontianak, Sutikno menyampaikan analisis dan prospek cuaca di Kalimantan Barat.
Diprakirakan cuaca wilayah Kalbar masih dipengaruhi oleh adanya Siklon tropis NALGAE yang saat ini berada sekitar wilayah Laut Cina Selatan dan dan Bibit Siklon 94W di Samudra Pasifik.
Siklon tropis tersebut berdampak tidak langsung memicu terjadinya cuaca ekstrem setidaknya hingga dua hari ke depan di sebagian wilayah Kalimantan Barat berupa hujan yang disertai angin kencang yakni di Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Pontianak, Kubu Raya dan Sanggau.
“Dampak tidak langsung siklon tropis Nalgae lainnya adalah peningkatan gelombang tinggi. Gelombang kategori tinggi 2.5 – 4.0 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan utara natuna hingga perairan subi – serasan,” ujarnya, Senin 31 Oktober 2022.
• BMKG Imbau Waspada Angin Kencang dan Pohon Tumbang di Kalbar Hingga 2 Hari Kedepan
Sutikno melanjutkan, walaupun berpotensi terjadi hujan dan angin kencang selama 2 hari ke depan, diprakirakan curah hujannya tidak tinggi.
Sehingga pada wilayah-wilayah yang saat ini masih terjadi banjir seperti di Ketapang, Sekadau dan Sintang, secara berangsur akan surut.
“Namun demikian, pada tanggal 2 hingga 6 November 2022, saat siklon tropis punah, seluruh wilayah Kalbar akan kembali berpotensi terjadi hujan lebat hampir setiap hari. Sehingga kembali perlunya mewaspadai dampak berupa banjir, genangan, dan tanah longsor,” jelasnya.
Dirinya kembali menjelaskan, pasang air laut tanggal 31 Oktober hingga 4 November 2022 berpotensi berada pada fase maksimum pada pukul 10.00 WIB – 15.00 WIB.
“Sehingga pada wilayah pesisir barat kalbar, seperti ketapang, kayong utara, kubu raya, pontianak, mempawah, bengkayang, singkawang dan sambas untuk mewaspadai potensi terjadinya genangan akibat kombinasi pasang air laut maksimum dan hujan lebat,” tutupnya.
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Pengendara-menerobos-genangan-air-akibat-banjir-rob-di-sekitar-kawasan-Pasar-Mempawah.jpg)