PMP Kalbar Gelar FGD Tampung Aspirasi Masyarakat Untuk Perbaikan Pelayanan Polri

Tumpah ruah masukan dan saran yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat dalam FGD tersebut dengan tujuan agar Polri bisa lebih maksimal dalam me

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Muhammad Luthfi
Foto bersama saat Perkumpulan Merah Putih Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion, yang dihelat di Rumah Adat Melayu, Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak, Jumat 28 Oktober 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Serap aspirasi masyarakat untuk perbaikan pelayanan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Perkumpulan Merah Putih Kalimantan Barat menggelar Focus Group Discussion, yang dihelat di Rumah Adat Melayu, Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak, Jumat 28 Oktober 2022.

Tumpah ruah masukan dan saran yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat dalam FGD tersebut, dengan tujuan agar Polri bisa lebih maksimal dalam mengayomi masyarakat. 

Ketua Umum DPP PMP Kalbar, Sukiryanto mengatakan bahwa Polri merupakan Institusi yang perlu didukung oleh masyarakat, semisal ada kekurangan didalam tubuh institusi tersebut. 

FGD ini merupakan satu diantara cara untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan masukan dari berbagai elemen masyarakat agar institusi Polri bisa lebih baik kedepannya. 

Terlebih kata dia, pihaknya yang terdari 25 paguyuban yang ada di Kalimantan Barat perlu memikirkan itu, sehingga semua elemen masyarakat diundang dalam FGD tersebut. 

“Baik dari nelayan, politik, eksekutif itu kita undang semua. Ini kita berikan masukan nanti kita siapkan tim, apa yang diungkapkan tadi (aspirasi) kemudian tidak sempat bertanya atau memberikan saran membuat tulisan,” ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Graha Bhayangkara Landak, Kapolda: Dapat Wujudkan SDM Berkualitas

Lanjutnya, setelah mendapatkan hasil dari diskusi dan telah menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Nanti pihaknya akan membahas bersama dengan kepolisian melalui penyerahan hasil aspirasi secara simbolis kepada Kapolda Kalbar. 

“Kemudian kita menghadap Pak Kapolda kemudian kita menyerahkan secara resmi (simbolis),” jelasnya.

Menurut penuturannya, apa yang dilakukan saat ini (FGD) merupakan bentuk kepedulian dari  kepengurusan perkumpulan merah putih terhadap kinerja dan masa depan Polri

“Karena bagaimanapun, sesuai yang disampaikan tadi, satu hari saja kita tidak ada polisi tentu mungkin beda saat ini.
Jadi polri itu adalah milik kita dan yang harus kita besarkan bersama, pertahankan bersama itu tugas kita bersama,” tuturnya. 

Ketua Pusat Kajian Kepolisian Untan Dr. Syf. Ema Rahmaniah memaparkan ada beberapa aspek yang mesti diperbaiki ditubuh institusi Polri, diantaranya aspek kurikulum di sekolah polisi dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan  juga perekrutan awal. 

Misalnya kata dia, di akademi sekolah polisi yang perlu diperbaiki adalah kurikulum yang diterapkan di akademi kepolisian itu sendiri.

Menurutnya, bisa jadi ada beberapa materi-materi yang seharusnya diterapkan dengan mengambil masukan atau saran dari masyarakat. 

“Ya misalnya tadi kita bicara tentang kemampuan soft skill, menyelesaikan masalah secara humanis. Atau menyelesaikan masalah dengan tetap menjunjung tinggi etika moralitas misalnya,” katanya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved