Khazanah Islam

Amalan dan Doa Meminta Agar Hujan Deras Berhenti

Bagi Muslim yang beriman dianjurkan mengamalkan doa agar hujan yang turun tidak sampai menimbulkan bencana.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ilustrasi Banjir di Jalan Gunung Sari, Kota Singkawang yang terjadi akibat hujan deras. Minggu 21 Agustus 2022. Di dalam Islam Terdapat amalan dan Doa memohon agar Hujan Deras Berhenti. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Cuaca ekstrem beberapa waktu belakangan tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Kadang panas terik kadang hujan disertai angin kencang turut melanda.

Oleh karena itu, bagi Muslim yang beriman dianjurkan mengamalkan doa agar hujan yang turun tidak sampai menimbulkan bencana.

Sebagian hamba Allah SWT dianjurkan untuk berdoa yang bertujuan untuk meminta perlindungan dan memohon pertolongan.

Doa Sebelum Tidur Islam Lengkap Adab-adab sebelum Rehat Malam Hari , Amalkan Sunnah Berikut

Doa yang berkaitan dengan hujan ada beberapa macam, mulai dari doa meminta hujan hingga doa mengharapkan doa berhenti. 

Kondisi hujan akan menjadi pengharapan yang berbeda bagi setiap orang berdasarkan wilayah masing-masing.

Ada yang mengharapkan hujan tatkala sedang dilanda kemarau atau panas ada pula yang takut lantara hujan bisa menimbulkan bencana banjir.

Turunnya hujan mesti disyukuri sebagai bagian dari nikmat Allah SWT.

Semua kondisi yang berkaitan dengan hujan baik meminta hujan, saat hujan dan ingin hujan berhenti rasulullah mengajarkan untuk berdoa.

Berikut doa-doa minta hujan dan harap hujan berhenti

Doa Takut Hujan Lebat

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wad-dhiraabi, wa buthunil auwdiyati, wa manabitis-syajari.

Artinya,

Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.

Doa Minta Hujan

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

Allahummasqina ghaitsan mughitsan mariam mari'a, nafi'an ghaira dlarrin, 'ajilan ghaira ajilin.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda."

Doa Ketika Turun Hujan

Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha: “Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila melihat hujan beliau berdoa (HR. Al-Bukhari).

 اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allaahumma shayyiban naafi’aan

Artinya: Ya Allah, jadikan curahan hujan ini yang membawa manfaat kebaikan.

Berdasarkan Hadist yang dirawayatkan Bukhari no. 1032

Berdoa adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT, tetapi bukan berarti hanya orang yang terkena musibah saja yang layak memanjatkan doa.

Sebagai seorang Muslim kita layak berdoa walaupun dalam keadaan sehat.

Doa Ketika Hujan Deras

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan.

Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

Artinya:

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari no. 1014)

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa do’a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya. (Lihat Dzikru wa Tadzkir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah)

Doa Setelah Turun Hujan

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat subuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya.

Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah salat, lalu mengatakan,

”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?”

Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir.

Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang.

Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).

Tata Cara Berdoa

1. Menghadap kiblat

2. Membaca hamdalah atau pujian, istighfar, dan shalawat

3. Dengan suara lembut dan rasa takut

4. Yakin akan dipenuhi

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved