PW GP Ansor Banser Kalimantan Barat Gelar Diklatsus Bagana, Basada dan Baritim di Singkawang

Ansor dan Banser terutama kerelawanan baik hal kebencanaan, kesehatan, maupun realitas kelautan sudah muncul semenjak organisasi ini lahir

Editor: Jamadin
Dok. Banser Kalbar
Ketua PW GP Ansor Banser Kalimantan Barat, Rajuini saat beri kata sambutan pada Diklatsus Bagana, Basada dan Baritim di Singkawang, Minggu 23 Oktober 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Hari Santri Nasional merupakan momentum napak tilas perjuangan para santri dalam mewujudkan dan mempertahankan Kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia.

Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satkorwil Banser Kalbar mewujudkannya dalam bentuk pembekalan ruang pengabdian dan layanan Banser untuk masyarakat dalam bentuk Diklatsus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Banser Husada (Basada) dan Banser Maritim (Baritim).

"Ansor dan Banser terutama kerelawanan baik hal kebencanaan, kesehatan, maupun realitas kelautan sudah muncul semenjak organisasi ini lahir," kata Rajuini, Ketua PW GP Ansor Kalimantan Barat, Minggu 23 Oktober 2022.

Upaya penyempurnaan, lanjut Rajuini, tindakan dari berbagai tugas kerelawanan Ansor-Banser berusaha bergerak secara organisasi tidak hanya dalam bentuk tindakan saja.

Kapolsek Inayatun Nurhasanah Hadiri Pembukaan Pendidikan dan Latihan Khusus Banser di Pasir Panjang

"Namun, berbenah dengan meningkatkan tindakan dan menciptakan sistem dan perannya untuk membekali anggota Banser dalam bentuk Diklatsus Banser Bagana Basada dan Baritim," imbuhnya.

Dikatakannya, berbagai ilmu tentang kerelawan, sistem organisasi, serta kemampuan teknis dan peningkatan kapasitas juga diberikan dalam diklatsus tersebut.

Diantaranya tentang SAR dan Evakuasi baik Watter dan Vertical Rescue, pengelolaan pengungsi, manajamen dapur umum, perawatan jenazah bahkan sampai Teknik pemadam kebakaran

"Semua dikakukan secara Teori dan Praktek, begitu ilmu-ilmu tentang kesehatan baik yang berbasis medis maupun non-medis serta potensi dan kapasitas tentang ilmu kesehatan berbasis alam dan herbal, hal ini menjadi fokus dalm diklatsus Basada," jelas Rajuini.

Simulasi praktek lapangan pada Diklatsus Bagana, Basada dan Baritim di Singkawang, Minggu 23 Oktober 2022
Simulasi praktek lapangan pada Diklatsus Bagana, Basada dan Baritim di Singkawang, Minggu 23 Oktober 2022 

Rajuini pun menekankan bahwa menjaga dan merawat kapasitas dari peninggalan nenek moyang bangsa ini sebagai pelaut.

"Ansor dan Banser di Kalbar juga membekalinya dalam bentuk diklatsus Banser Maritim (Baritim) kebijakan pemerintah dalam pesisir, kalautan, keragaman hayati laut serta upaya pemberdayaan masyarakat pesisir baik ekonomi dan sosial, menjadi fokus materi diklatsus baritim ini," paparnya.

Diketahui, pelaksanaan Diklatsus PW GP Ansor dan Satkorwil Banser Kalbar terlaksana atas kerja sama Lembaga Mitra Sekolah Masyarakat ( MiSeM) dan melibatkan berbagai stakeholder baik dari Pemerintah maupun swasta, diantara pihak-pihak yang terlibat, BPBD Kalbar dan kota Singkawang, Dinas Kesehatan Prov Kalbar dan Kota Singkawang, Dinas Perikanan dan Kelautan Singkawang, Dinsos Singkawang, Radio Amatir Singkawang, Relawan dan Pecinta Alam Singkawang serta Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Singkawang.

Diklatsus ditangani langsung oleh Team Satuan Khusus dari Satkornas Banser baik Bagana, Baritim maupun Basada dan diikuti oleh 75 peserta Banser yang dilaksanakan mulai tanggal 21-23 Oktober 2022 di Pantai Pasir Panjang Pak Lotay Singkawang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved