Khazanah Islam

Arti, Jenis dan Contoh Perbuatan Riya dalam Ibadah Serta Penjelasan

Secara istilah riya diartikan memperlihatkan sesuatu kepada orang lain. Baik memberikan barang maupun perbuatan baik yang dilakukan

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Kolase/Dan
Ibadah yang dikerjakan akan menjadi sia-sia tak berbekas jika terdapat sikap riya saat mengerjekanya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ibadah yang dikerjakan akan menjadi sia-sia tak berbekas jika terdapat sikap riya.

Lantas apa arti riya?

Riya dalam bahasa Arab artinya memperlihatkan atau memamerkan.

Secara istilah riya diartikan memperlihatkan sesuatu kepada orang lain.

Baik memberikan barang maupun perbuatan baik yang dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat melihatnya dan akhirnya memujinya.

Arti Mukallaf, Baligh dan Haid Serta Penjelasanya

Riya dibagi menjadi dua jenis di antaranya :

  • Riya Jali

Riya Jali merupakan ibadah atau kebaikan yang sengaja dilakukan di depan orang lain dengan tujuan tidak untuk mengagungkan Allah SWT.

Ibadah tersebut dilakukan untuk mencari pujian orang lain.

Setiap ibadah dikerjakan untuk mencari kebanggaan diri dan tujuanya bukan keridhaan Allah SWT.

  • Riya Khafi

Situasi seseorang saat melakukan ibadah atau kebaikan secara tidak terang-terangan.

Akan tetapi tapi dengan maksud agar ia dihormati dan dimuliakan oleh masyarakat.

Riya Khafi merupakan penyakit hati yang sangat halus dan samar, yang ujungnya sama dengan riya’ jali, yaitu mengharap pujian dan sanjungan dari orang lain.

Contoh Perbuatan riya dalam kehidupan sehari-hari

  1. Seseorang menyumbang masjid dihadapan banyak orang dengan maksud agar orang banyak menilai dirinya sebagai orang yang ahli jariyah
  2. Seorang siswa senang melaksanakan shalat dhuha atau dhuhur, dengan harapan supaya dapat nilai dari gurunya.
  3. Bapak Taufan membantu pesantren di kampungnya dan supaya panitianya dan mengumumkan dari hasil sumbangannya. dengan maksud agar jama’ah menilai dirinya ahli menyumbang.
  4. Sifat-sifat yang melekat pada diri seseorang, seperti keelokan dirinya, pakaian dan perhiasan, atau kecakapan berbicara, keturunannya.
  5. Keengganan melakukan ibadah sendirian, namun merasa senang, apabila ada yang melihatnya.
  6. Yang lebih tersembunyi adalah menolak riya’ dan terus beribadah tanpa sedikit pun disertai riya, tetapi begitu ada orang lain mengetahui amal ibadah dan amal shalehnya, dia sangat bahagia dan makin menambah ibadahnya.
  7. Seseorang yang mengadakan aksi sosial, misalnya membantu korban banjir, gempa bumi, menyantuni anak yatim dihadapan banyak orang dengan maksud agar ditayangkan di TV atau radio.

Ada banyak akibat negatif dari kebiaasaan riya yang dibiarkan terpelihara dalam diri. Beberapa di antaranya adalah :

  • Menghapus pahala amal baik
  • Mendapat dosa besar karena riya’ termasuk perbuatan syirik kecil.
  • Tidak selamat dari bahaya kekafiran karena riya’ sangat dekat hubungannya dengan sikap kafir.

.

.

.

.

.

.

.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Disclaimer : Isi redaksi dan pembahasan materi diatas dilansir dari buku siswa Madrasah Tsanawiyah Mts/SMP Terbitan Kementerian Agama tahun 2020.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved