Call Center 112 Siap Bantu Kedaruratan Masyarakat Ketapang, Sekda Minta Warga Gunakan Layanan

Call Center 112 merupakan layanan nomor panggilan semua kejadian darurat sehingga masyarakat cukup mengingat satu nomor darurat, yaitu 112

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Prokopim Setda Ketapang Edi
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP, M.Si. foto Prokopim Setda Ketapang Edi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP, M.Si menegaskan call center 112 siap membantu masyarakat Kabupaten Ketapang.

Masyarakat ketapang pun diminta untuk dapat menggunakan layanan Call Center 112 yang merupakan satu diantara upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Sekda dihadapan Kepala Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Ketapang, Jumat 21 Oktober 2022.

"Call Center 112 merupakan layanan nomor panggilan semua kejadian darurat sehingga masyarakat cukup mengingat satu nomor darurat, yaitu 112," kata Alex.

Sebanyak 5.205 Jiwa Terdampak Banjir di Ketapang, Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG Aman

Alex melanjutkan, kalau call center 112 ini sudah diluncurkan oleh Kominto dan telah dilakukan FGD beberapa waktu lalu, sehingga tinggal bagaimana penerapan dalam sistem pemerintahan.

Terlebih call center 112, sudah terintegrasi untuk pelayanan kedaruratan bidang kesehatan, bencana, termasuk keamanan dan ketertiban seperti terjadi kecelakaan dan sebagainya.

"Jadi jangan bingung kalau ada panggilan darurat segera telepon call center 112, dan penerapan ini pertama se-Kalbar," tegasnya.

Untuk itu, Alex meminta agar OPD yang diberi tugas menjadi call taker 112, otomatis sudah terintegrasi. Instansi terkait juga harus serius merespon seperti dinas Kesehatan, RSUD, BPBD, dinas Sosial, Polres, Kodim dan isntansi vertikal lainnya.

"Jangan sampai kosong petugas yang sudah diberi jadwal harus hadir karena terkait nasib orang. Kalau tidak hadir orang nelpon tidak ada yang angkat salah kita kalau dikomplain masyarakat," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved