Breaking News

Doa Katolik

Makna Permohonan Bapa kami yang di Surga Pada Doa Bapa Kami Katolik

Doa Bapa Kami dibuka dengan menyapa Allah sebagai "Bapa". Selanjutnya disampaikan enam permohonan yang tersusun secara parallel.

hidupkasih.com
Makna permohonan Bapa kami yang di surga pada Doa Bapa Kami Katolik. Doa Bapa Kami dibuka dengan menyapa Allah sebagai "Bapa". 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Doa Bapa Kami dibuka dengan menyapa Allah sebagai "Bapa".

Selanjutnya disampaikan enam permohonan yang tersusun secara parallel.

Satu diantara permohonan tersebut yakni Bapa kami yang di surga.

Doa "Bapa Kami" versi Injil Matius terdapat dalam Mat 6:5-15, di mana Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya para murid berdoa.

Dalam pengajaranNya kepada para murid, Yesus memang sering kali menyebut Allah sebagai "Bapamu yang di surga" (bdk Mat 5:16.45.48; 6:14.26.32; 7:11; 18:14).

Atau "BapaKu yang di surga" (bdk Mat 7:21; 10:32.33; 12:50; 18:10.19.35) , sebab "Bapa" para murid dan "Bapa" Yesus adalah sama (bdk Yoh 20:17) .

Teks Misa Katolik Minggu 23 Oktober 2022 Lengkap Bacaan Injil dan Doa Umat

Mereka tidak boleh menyebut siapapun "bapa di bumi ini", karena mereka hanya mempunyai satu "Bapa", yaitu "Dia yang di surga" (bdk Mat 23:9).

Dengan menyebut Allah sebagai "Bapa", relasi manusia dengan Allah telah ditingkatkan dari relasi antara "cipiaan" dan "Pencipia" menjadi relasi antara "anak" dan "Bapa" (bdk Mrk 14:36; Rom 8:15; Gal 4:6).

Lain dari relasi "ciptaan" dan "Pencipta" yang sangat renggang (bdk Yes 55:9), relasi "anak" dan "Bapa" sangat intim, sehingga mereka saling mengenal baik satu sarna lain (bdk Mat 11:27) .

Para murid dapat mengenal "Bapa" dengan baik, karena Yesus telah memperkenalkanNya kepada mereka (bdk Yoh 1:18; 14:6-11).

Sebagai sahabat-sahabat Yesus (bdk Yoh 15:15) , para murid telah menyatu dengan Yesus (bdk Yoh 6:56; 17:23), sehingga bersama Dia mereka boleh berseru: "Ya Abba, ya Bapa (bdk Rom 8:15; Gal 4:6) .

Jadi dengan berseru: "Bapa kami yang di surga" (bdk Mat 6:9), para murid membangun relasi yang akrab dengan Allah, sehingga mereka dapat berdoa dengan santai, tanpa takut untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah.

Untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para murid, secara khusus dipakai kata "kami", bukan kata "aku".

Sebab Allah memang bukan Bapa untuk satu orang atau sekelompok orang saja, melainkan Bapa bagi semua orang (bdk Mat 5:45).

Renungan Harian Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Kerendahan Hati adalah Dasar Doa

Sumber: kumpulandoakatolik

(*)

[Update informasi seputar Katolik]

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

.

.

.

.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved