Sektor Pertanian Beri Sumbangsih Terbesar, Disbunak Sanggau Gelar Sosialisasi dan Verifikasi PSR

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Sanggau, Shopiar Juliansyah, Kepala Disbunnak Sanggau, H Syafriansyah, Kabag Ops Polres Sanggau, Kompol Id

Istimewa
Staf Ahli Bupati Sanggau, Shopiar Juliansyah saat foto bersama pejabat lainya dalam sosialisasi dan verifikasi peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR) di Aula Hotel Grand Narita Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 20 Oktober 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau menggelar Sosialisasi dan verifikasi peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR). Kegiatan yang  berlangsung dari tanggal 21 hingga 22 Oktober 2022 itu berlangsung di Aula Hotel Grand Narita Sanggau, Kalimantan Barat.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Sanggau, Shopiar Juliansyah, Kepala Disbunnak Sanggau, H Syafriansyah, Kabag Ops Polres Sanggau, Kompol Ida Bagus Gde Sinung, Kajari Sanggau diwakili Kasi Pidsus Agus Supriyanto, perwakilan Disperindagkop dan UM Sanggau, Santi Asna dan undangan lainnya.

Bupati Sanggau Paolus Hadi dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Shopiar Juliansyah menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang menjadi andalan Kabupaten Sanggau terutama subsektor perkebunan.

"Berdasarkan data statistik, sektor pertanian memberikan sumbangan sebesar 29,39 persen terhadap total produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Sanggau dan subsektor perkebunan memberikan sumbangan lebih dari 20 persennya. Sedangkan berdasar lapangan pekerjaan, sektor pertanian menyediakan 149.099  (65 persen) lapangan kerja dari sebanyak 228,483 usia angkatan kerja usia 15 tahun ke atas,"katanya.

Koordinasi Petugas Jasa Raharja Sanggau dengan Kepala Kepolisian Sektor Toba

Dikatakannya, dari luasan Kabupaten Sanggau sebesar 12.857.70 KM persegi, luas lahan yang termasuk area penggunaan lain (APL) yang dapat digunakan untuk kegiatan perkebunan dan kegiatan lainnya sebesar 737.867,4 hektare.

"Dari luasan tersebut yang telah digunakan untuk kegiatan budidaya perkebunan seluas 423.861 hektare, yang digunakan untuk budidaya tanaman kelapa sawit 310.126 hektare, tanaman karet 51.360 hektar, tanaman kakao 3.050 hektar, tanaman lada 2.811 hektar, kelapa 614 hektar, dan tanaman kopi 211 hektare, sisanya digunakan untuk tanaman perkebunan lain," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sanggau H Syafriansyah menyampaikan bahwa kegiatan peremajaan sawit rakyat ini sudah berlangsung sejak tahun 2019,  artinya sudah memasuki tahun ketiga. Dalam perjalanannya, pihaknya sudah merekomendasikan secara teknis sebanyak 4.556 hektare yang terdiri dari 7.000 lebih petani.

"Dari 4.556 hektare ini sebanyak 3.700 hektar lebih sudah terealisasi tanam, tersebar di beberapa Kecamatan antara lain Kecamatan Kapuas, Kecamatan Meliau, Kecamatan Parindu dan Kecamatan Kembayan,"katanya.

Kemudian, pada tahun 2022, Pemkab Sanggau mendapatkan alokasi lagi sebanyak 3000 hektare. "Akan tetapi dalam pelaksanaannya agak terhambat sampai saat ini, karena kita belum mendapat rekomendasi teknis dari Dirjen Bun, disebabkan karena ada beberapa persyaratan tambahan yang merupakan susulan yang baru disampaikan pertengahan tahun anggaran,"jelasnya.

"Hasilnya saat ini masih dalam proses, tapi 1200 hektare lebih sudah kita dorong ke Dirjen Bun untuk segera diterbitkan rekomendasi teknisnya. Tinggal melengkapi persyaratan dari Kemen LHK berupa surat pernyataan bebas dari kawasan hutan dan lahan gambut,"tambahnya.

Syafriansyah menambahkan, peserta sosialisasi berjumlah 80 an orang yang merupakan perwakilan KUD di empat Kecamatan di Kabupaten Sanggau.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved