Piala Dunia
Seputar Piala Dunia 2022: Akibat Permasalahan HAM, FIFA Diminta Keluarkan Iran dari Daftar Peserta
Berbagai isu permasalahan HAM terus saja bergulir beriringan dengan akan berlangsungnya Piala Dunia 2022.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berbagai isu permasalahan HAM terus saja bergulir beriringan dengan akan berlangsungnya Piala Dunia 2022.
Beberapa waktu yang lalu kasus pelanggaran HAM Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sempat mencuat sehingga membuat berbagai negara maupun figur sepak bola melakukan protes.
Tak hanya sampai disitu, baru-baru ini juga FIFA diminta untuk mengeluarkan Iran dari peserta Piala Dunia 2022.
• Seputar Piala Dunia 2002 - Tim Argentina Harus Siap Jika Tanpa Lionel Messi di Piala Dunia Qatar
Hal ini lantaran kondisi HAM di Negara ini memang sedang kacau.
Kondisi di negara Iran tengah panas akibat kematian seorang wanita berusia 22 tahun bernama Mahsa Amini
Kasus itu memicu protes oleh warga lokal dan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa di berbagai wilayah Iran.
Muncul desakan kepada FIFA untuk mendiskualifikasi Iran dari Piala Dunia 2022 yang berlangsung pada 20 November-18 Desember mendatang di Qatar.
Yang terbaru, sebuah firma hukum mengirim surat ke organisasi tertinggi sepak bola dunia itu.
• Seputar Piala Dunia 2022: Pemain Diprediksi Bersinar di Piala Dunia, Berkompetisi di Luar Liga Eropa
Firma hukum tersebut mewakili kelompok figur olahragawan Iran baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.
Mereka mendesak FIFA menskors Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dan melarang tim nasional berpartisipasi di Piala Dunia 2022.
“Sikap brutal dan agresif Pemerintah Iran terhadap warganya sudah mencapai puncak dan menuntut pemisahan tegas dengan sepak bola dan olahraga,” demikian isi potongan surat untuk FIFA.
“Absennya FIFA dari masalah politik hanya bisa ditoleransi ketika situasi yang ada tidak menyebar ke sepak bola.”
“Sepak bola yang seharusnya menjadi ruang aman untuk perempuan dan laki-laki, kini tidak aman untuk kedua jenis kelamin.”
“Perempuan terus-menerus tidak mendapatkan akses ke stadion di penjuru negeri dan secara sistematis tidak dilibatkan dalam ekosistem sepak bola di Iran.”
• Seputar Piala Dunia 2022 - Usai Raih Ballon dOr 2022, Karim Benzema Berambisi Juara Piala Dunia
“Hal itu tentu sangat bertentangan dengan nilai dan statuta FIFA.”
Beberapa nama yang menandatangani surat tersebut adalah dua mantan kapten tim nasional Iran, Ali Karimi dan Mehdi Mahdavikia.
Dua mantan pemain timnas, Mehrdad Pooladi dan Beshdas Yavarzadeh, juga turut ambil bagian dalam surat untuk FIFA itu.
Iran menempati Grup B pada Piala Dunia 2022.
Mereka akan bersua Inggris, Amerika Serikat, dan Wales. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hgnhgj.jpg)